Pencemaran Bengawan Solo Makin Parah, PDAM Solo Hentikan Lagi Pengolahan Air

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 08:04 WIB
Sungai Bengawan Solo tercemar industri rumah tangga ciu. Pencemaran terjadi dari hulu yakni tempuran kali Samin.
Pencemaran parah di Bengawan Solo di pertemuan arus dengan Kali Samin di Kota Solo(Foto: Agung Mardika)
Solo -

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo kembali menghentikan pengolahan air Bengawan Solo menyusul terjadinya pencemaran limbah ciu yang semakin parah sejak semalam.

Penghentian operasional di pos Semanggi, Pasar Kliwon, Solo dilakukan sejak pukul 06.00 WIB hingga kondisi air sudah membaik.

"Bengawan Solo tercemar limbah ciu lagi, intake kita off-kan dulu sejak pukul 06.00WIB," ujar Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi PDAM Solo, Bayu Tunggul saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9/2021).

Bayu menambahkan, penghentian pengolahan air ini belum bisa dipastikan sampai pukul berapa. Mengingat, kondisi limbah yang mencemari Bengawan Solo pagi ini lebih parah dari sebelumnya.

"Belum tahu sampai pukul berapa (dimatikan), melihat situasi. Hari ini pencemaran lebih parah, warnanya lebih pekat, tapi ini bukan lumpur. Limbah ciu sama dengan yang kemarin," ucapnya.

Bayu juga menyampaikan, bahwa kondisi ini sudah dilaporkan langsung kepada DLHK Provinsi yang sebelumnya sudah melakukan pengecekan di lokasi.

"Sudah kami laporkan le DLHK Provinsi, kemarin sudah melakukan pengecekan dan kondisi air normal," tuturnya.

Meski pengolahan air di Pos Semanggi dihentikan, Bayu memastikan, hal ini tidak mengganggu suplai untuk para pelanggan PDAM.

Pos Semanggi menyuplai lebih kurang 4.800 pelanggan yang tersebar di wilayah Solo dan juga dari Sukoharjo.

"Pasokan air di tempat penampungan atau reservoir masih 4 meter jadi masih aman dan tidak mengganggu suplai ke pelanggan," kata dia.

Pencemaran limbah ciu air Bengawan Solo sudah terjadi kedua kalinya dalam pekan ini. Kondisi ini, kata Bayu memang rentan terjadi ketika musim kemarau mengingat debit air Bengawan Solo juga menurun.

"Kalau pas musim hujan tidak begitu berpengaruh, tapi kalau musim kemarau ya seperti ini. Dan musim kemarau diprediksi sampai Oktober," pungkasnya.

Simak video 'Fenomena Pladu, Ikan-ikan di Bengawan Solo Teler Gegara Tercemar Limbah Ciu':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)