2 Orang Jadi Tersangka Penyelewengan Rp 2,1 M Bansos Corona di Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 13:03 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Priyanto, Rabu (17/3/2021).
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Priyanto. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Purwokerto -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan COVID-19 dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI dengan kerugian negara Rp 2,1 miliar. Kedua tersangka adalah AM (26) dan MT (37) warga Kecamatan Cilongok, Banyumas.

"(Penetapan tersangka) Kemarin setelah kita ekspos, sementara kita masih melakukan pengumpulan alat bukti. Sementara sudah dua yang kita tetapkan (jadi tersanga), belum (ditahan) sementara," kata Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan kepada wartawan usai acara ground breaking pembangunan perumahan di Kecamatan Sumbang, Rabu (17/3/2021).

Dia juga mengatakan jika potensi kerugian negara yang disalahgunakan oleh kedua tersangka juga bertambah. Dari sebelumnya Rp 1,9 miliar menjadi Rp 2,1 miliar.

"(Potensi kerugian) sudah kalau kemarin kita hitung Rp 1.920.000.000 sekarang bertambah Rp 2.199.000.000 itu kerugian. Kita sita lagi, Rp 200 juta. Yang Rp 160 juta itu dari AM dan yang Rp 40 juta itu dari MT," ucapnya.

Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sekitar 50 orang saksi terkait kasus tersebut. Saat ditanya soal kemungkinan adanya tersangka baru, Sunarwan bicara soal pengembangan alat bukti.

"(Penambahan tersangka) Nanti kita kembangkan sesuai alat bukti," ujarnya.

Penggunaan dana bantuan tersebut, lanjut dia oleh kedua tersangka digunakan untuk membuat green house melon di daerah Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok.

"(Penggunaan dana itu) Kemarin sudah kita sampaikan, itu untuk green house melon di sana, itu sudah kita sita, belum jadi itu (green house) dan yang kemarin kita sita itu (uang) dari kedua tangan mereka," lanjut dia.

Simak video 'Kejari Purwokerto Ungkap Penyelewengan Rp 1,9 M Dana Bantuan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



Upaya pencegahan sudah dilakukan, tapi tak diindahkan...