Round-Up

Kisah Pedih ABG Sragen Hilang di Jakarta, 11 Tahun Mencari Keluarganya

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 09:12 WIB
Ervan Wahyu Anjarworo (tengah) bertemu dengan keluarganya di Sragen, Selasa (6/10/2020).
Ervan Wahyu Anjarworo saat bertemu keluarganya di Sragen. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Ervan Wahyu Anjasworo (16) remaja asal Sragen, Jawa Tengah, berhasil kembali bertemu dengan keluarganya usai dinyatakan hilang selama 11 tahun. Ervan hilang saat diajak ayahnya liburan di Jakarta tahun 2009 lalu.

Ervan dan ayahnya, Suparno (37), warga Dusun Gabus Wetan, Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen, dipertemukan atas kerja sama Dinas Sosial Kota Bogor dan Dinas Sosial Kabupaten Sragen. Untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, Ervan kembali ke kampung halamannya, Selasa (6/10).

Kisah ini bermula saat ayah Ervan, Suparno, yang bekerja di Jakarta sebagai sopir metromini, mengajak Ervan untuk berlibur di Jakarta, tahun 2009 lalu. Saat itu Ervan berusia lima tahun dan masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Tiga pekan di Jakarta, Ervan tiba-tiba menghilang. Terakhir bocah itu berpamitan untuk mengembalikan game watch yang disewanya dari tetangga. Namun hingga malam hari, Ervan tak kunjung pulang ke kontrakan Suparno di daerah Kemayoran.

"Saya masih ingat waktu itu makanan dan minumannya saja belum sempat dihabiskan. Saya cari ke sana ke mari, akhirnya tengah malam saya lapor ke polisi," paparnya.

Suparno mengisahkan perjuangannya mencari anaknya itu hingga ke seluruh pelosok Jakarta. Dirinya bahkan sempat memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Alasannya, agar bisa fokus mencari Ervan.

"Selama dua bulan saya terus jalan. Ibaratnya besok sampai berapa kilo, besoknya disambung lagi. Seperti itu terus," terangnya.

Suparno juga menitipkan pesan di setiap masjid yang dia lewati, agar memberikan kabar jika melihat bocah dengan ciri-ciri seperti Ervan. Suparno juga sempat mendatangi beberapa stasiun TV di Jakarta untuk mencari informasi.

"Nitip di masjid-masjid kalau ada anak-anak ciri-ciri seperti ini agar menghubungi. Hampir setiap masjid saya mintai tolong. Sempat juga nyari informasi di (stasiun) TV," urai Suparno.

Dua bulan berusaha tanpa hasil, Suparno sempat pulang ke kampung halamannya di Sragen, Jawa Tengah. Namun beberapa hari di rumah, dirinya kembali mengumpulkan tekad untuk terus mencari anaknya. 11 tahun berlalu, Suparno mengaku telah pasrah. Namun dirinya yakin anaknya masih hidup dan berharap keduanya segera dipertemukan.

Sementara ditanya seputar momen hilangnya, Ervan mengaku masih ingat betul apa yang menimpanya. Ervan yang waktu itu masih polos, dibujuk oleh empat orang pengamen untuk mengikuti mereka. Karena masih bocah, Ervan menuruti rayuan keempat pengamen tersebut. Bersama keempat pengamen tersebut, Ervan pun hidup di jalanan.

"Disuruh ngamen. Mereka kasih target pendapatan minimal Rp 60 ribu sehari. Kalau tidak melebih itu, saya dipukul, dicambik. Tangan saya ini juga pernah disilet," kenang Ervan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3