Perjuangan Suparno Susuri Jakarta Cari Anaknya yang Hilang Belasan Tahun

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 11:54 WIB
Ervan Wahyu Anjasworo (16) remaja asal Sragen, Jateng, kembali bertemu keluarganya usai hilang selama 11 tahun. Ervan hilang saat liburan di Jakarta tahun 2009 lalu.
Ervan Wahyu Anjasworo bersama keluarganya di Sragen, Jawa Tengah. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Ervan Wahyu Anjasworo (16) remaja asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, akhirnya bertemu dengan keluarganya usai dinyatakan hilang selama 11 tahun. Ayah Ervan, Suparno mengisahkan perjuangannya mencari anaknya itu hingga ke seluruh pelosok Jakarta.

"Anak itu pamit mau mengembalikan game watch. Tempat sewa game watch itu sebenarnya nggak jauh, masih satu lingkungan," ujar Suparno, ditemui detikcom di rumah orang tuanya di Dusun Panurejo, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen, Selasa (6/10/2020).

Namun ditunggu-tunggu, Ervan yang saat itu masih berumur 5 tahun tak kunjung pulang. Suparno pun mulai mencari anaknya di sekitar lingkungan kontrakannya di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut.

"Pergi sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah itu kok nggak pulang-pulang. Saya langsung cari di sekitar daerah situ," terangnya.

Mencari hingga tengah malam, lanjut Suparno, tidak ada petunjuk berarti seputar keberadaan anak sulungnya tersebut. Suparno pun memutuskan untuk melapor ke pihak kepolisian.

"Lapor ke Polsek Kemayoran, terus besoknya lapor ke Polsek Senen," imbuhnya.

Kala itu, Suparno sempat berpikir anaknya menjadi korban penculikan. Namun dirinya mengaku yakni anaknya masih hidup sehingga bertekad untuk terus melakukan pencarian.

"Kan saat itu marak kabar penculikan. Apa anak saya diculik? Kalau kabur kan jelas tidak mungkin. Akhirnya saya terus cari," papar Suparno.

Suparno yang kesehariannya bekerja sebagai sopir metromini ini, sempat memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Alasannya, agar dirinya bisa fokus mencari Ervan.

"Selama dua bulan saya terus jalan. Ibaratnya besok sampai berapa kilo, besoknya disambung lagi. Seperti itu terus," terangnya.

Suparno juga menitipkan pesan di setiap masjid yang dia lewati, agar memberikan kabar jika melihat bocah dengan ciri-ciri seperti Ervan. Suparno juga sempat mendatangi beberapa stasiun TV di Jakarta untuk mencari informasi.

"Nitip di masjid-masjid kalau ada anak-anak ciri-ciri seperti ini agar menghubungi. Hampir setiap masjid saya mintai tolong. Sempat juga nyari informasi di (stasiun) TV," urai Suparno.

Dua bulan berusaha tanpa hasil, Suparno sempat pulang ke kampung halamannya di Sragen, Jawa Tengah. Namun beberapa hari di rumah, dirinya kembali mengumpulkan tekad untuk terus mencari anaknya.

"Cuma beberapa hari di rumah, balik lagi (ke Jakarta). Nyari lagi. Sempat beberapa minggu seperti itu, akhirnya saya kembali kerja. Biar tetap bisa nyari Ervan sambil kerja," tukasnya.

Simak video 'Usai Kerusuhan 22 Mei, Seorang Bapak Mencari Anaknya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2