Tak Putus Doa Kakek Tunggu Cucu yang Terpisah 11 Tahun hingga Akhirnya Pulang

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 16:34 WIB
Ervan Wahyu Anjasworo (16) remaja asal Sragen, Jateng, kembali bertemu keluarganya usai hilang selama 11 tahun. Ervan hilang saat liburan di Jakarta tahun 2009 lalu.
Raut wajah bahagia keluarga mengetahui kepulangan Ervan Wahyu Anjasworo yang 11 tahun dilaporkan hilang (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Remaja bernama Ervan Wahyu Anjasworo (16) asal Sragen, Jawa Tengah akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga setelah dinyatakan hilang 11 tahun. Kakek Ervan, Suparmin mengaku tak berhenti berdoa agar cucunya bisa kembali pulang.

"Kulo ndedonga mboten pedhot 11 taun. Bibar salat mboten ketang sak ayat mesti kulo dongakne (Saya berdoa tidak pernah putus selama 11 tahun. Setelah salat barang satu ayat pasti saya doakan)," ujar kakek Ervan, Suparmin saat ditemui detikcom di rumahnya di Dusun Panurejo, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen, Selasa (6/10/2020).

Suparmin tak kuasa menahan harunya saat doanya itu akhirnya terkabul, pada Selasa (6/10). Sosok cucu kesayangannya itu akhirnya menampakkan diri di rumahnya.

Sebelum hilang Ervan biasa dititipkan di rumah kakek-neneknya selama orang tuanya merantau ke Jakarta. Suparmin dan istrinya pun sangat dekat dengan Ervan.

"Batin kulo taksih yakin. Kulo yakin masih hidup putu kulo mesti mantuk. (Batin saya masih yakin. Saya yakin cucu saya masih hidup pasti pulang)," jelasnya.

Suparmin pun mengaku syok saat mendengar cucu laki-lakinya itu dikabarkan hilang di Jakarta. Dia mengaku kerap termangu di kala teringat cucunya.

"Njeglek kalih tahun kulo, angger kemutan putu kulo niku nyambut damel niku mbengong. Leren men mbengong. (Saya drop dua tahun, tiap kerja ingat cucu saya jadi bengong. Istirahat juga bengong)," jelasnya.

Suparmin menyebut istrinya juga terpukul saat kehilangan Ervan. Istrinya itu bahkan sempat insomnia selama dua bulan.

"Kalih wulan mboten saged tilem, ndalu nek solat namun angen-angen ya Alloh mugo-mugo ditulungi uwong. (Dua bulan tidak bisa tidur, malam kalau salat terus kepikiran, ya Allah semoga ditolong orang)," ujar Giyem menimpali Suparmin.

Secercah harapan untuk bertemu sang cucu pun akhirnya datang. Saat itu, petugas Dinas Sosial Sragen datang ke rumah mereka untuk menanyakan soal Ervan.

"Wonten petugas tanglet napa bener Ervan niku keluarga saking mriki. Kulo disukani fotone. Mboten pangling kulo, niku putu kulo. (Ada petugas menanyakan apa benar Ervan dari keluarga sini. Saya dikasih foto. Tidak pangling saya, itu cucu saya)," ujar Giyem.

Selanjutnya
Halaman
1 2