Divonis Hari Ini, Begini Perjalanan Kasus Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat

Rinto Heksantoro, Ristu Hanafi - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 10:49 WIB
Keraton Agung Sejagat
Ilustrasi Keraton Agung Sejagat. (Ilustrator: Edi Wahyono)

Polisi mengungkap Toto memilih Purworejo, Jawa Tengah, sebagai lokasi mendirikan kerajaan setelah gagal beraksi di Yogyakarta. Polisi mengungkap Purworejo dipilih karena Toto sempat ditolak warga di Yogyakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Toto pernah mengaku sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara dalam organisasi Jogja Development Committee (DEC) pada 2016. Jogja DEC menjanjikan kesejahteraan finansial bagi para pengikutnya.

16 Januari 2020

Pemkab Purworejo kemudian mendata warganya yang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat. Data sementara, ada ratusan warga dari sejumlah kecamatan di Purworejo dan luar daerah.

"Ini masih proses pendataan, angkanya masih berjalan. Sementara ada sekitar 200-an, itu yang teramati pakai atribut saat kegiatan kirab dan di keraton itu. Yang tidak pakai atribut masih didata," kata Asisten III Setda Purworejo Bidang Administrasi dan Kesra, Pram Prasetyo Achmad saat dihubungi detikcom, Kamis (16/1).

Terungkap, para pengikut keraton itu berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari ASN, guru hingga perangkat desa.

Sementara itu dari pengakuan, Toto Santoso, selain di Purworejo kerajaannya itu juga ada di Klaten, Yogyakarta, dan Lampung.

Di Klaten, polisi sudah menemukan lokasi kerajaan yang dimaksud Toto di beberapa kecamatan dengan pengikutnya sebanyak 28 orang. Di lokasi tersebut ditemukan batu prasasti, sendang (sumur) kecil bertulisan 'Sendang Panguripane Jagad' dan tempat pertemuan. Kerajaan di Klaten dipimpin oleh mahamenteri.


21 Januari 2020

Raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso, memberikan pernyataan kepada media untuk pertama kalinya setelah ditangkap polisi pada 21 Januari 2020. Didampingi kuasa hukumnya, Muhammad Sofyan, Toto muncul di ruang Dirkrimum Polda Jateng, Semarang.

Toto Santoso akhirnya mengakui Keraton Agung Sejagat hanyalah sebuah keraton fiktif belaka. "Keraton Agung Sejagat yang saya dirikan itu fiktif," kata Toto di hadapan wartawan.

Toto juga mengakui janji-janji yang dia diberikan kepada pengikutnya hanyalah obral janji palsu. Dia meminta maaf terkait hal tersebut.

Selanjutnya dia juga meminta maaf kepada masyarakat Purworejo, lokasi tempat dia mendirikan Keraton Agung Sejagat, karena telah menimbulkan keresahan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6