Curahan Hati Petani Cepu, Sawahnya Diserang Tikus Rugi Puluhan Juta

Febrian Chandra - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 16:05 WIB
Petani di Cepu, Blora menunjukkan hama tikus hasil buruan
Foto: Petani di Cepu, Blora menunjukkan hama tikus hasil buruan (Febrian/detikcom)
Blora -

Petani Desa Kapuan dan sekitarnya di Kecamatan Cepu dibikin pusing lantaran tanaman padi dan palawija yang sudah berusia 40 hari diserang hama tikus. Akibat dari serangan hama tikus itu para petani terancam gagal panen dan rugi hingga puluhan juta.

"Sudah sangat parah tikus yang menyerang persawahan kita. Ada puluhan hektare tanaman dari petani yang terancam gagal panen," kata Ngasimin salah seorang petani saat ditemui detikcom di pematang sawah, Cepu, Blora, Kamis (13/08/2020).

Ngasimin menjelaskan rata-rata para petani di Desa Kapuan menggarap sawah dengan sistem sewa lahan. Ngasimin sendiri mengaku menggarap sawah dengan sistem sewa seluas 1 hektare. Akibat hama tikus dirinya merugi lebih dari Rp 20 juta.

"Biaya tersebut habis untuk membeli obat pertanian, pengairan dan bayar tenaga," kata Ngasimin.

Ngasimin bercerita serangan hama tikus itu kian hari kian tak terbendung. "Hampir setiap hari gladak (memburu) tikus dapat 100 ekor," ujar Ngasimin.

Berbagai cara sudah dilakukan petani untuk memberantas hama tikus, di antaranya dengan cara diburu hingga jebakan listrik. Namun hama tikus itu tetap merajalela di sawah.

"Pakai jebakan listrik sebetulnya agak efektif tapi dilarang, Karena sudah banyak korban jiwa yang tersengat listrik. Tapi mau gimana lagi, kami berharap ada bantuan alat untuk mengusir tikus dari Dinas Pertanian," harapnya.

Hal senada juga disampaikan Diran, petani penggarap sawah seluas 1,5 hektare di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu. Diran menyebut sejak padinya diserang tikus dirinya merugi hingga Rp 25 juta.

Dia membandingkan sebelum diserang hama tikus, sawahnya bisa menghasilkan 9-10 ton padi. Namun, kini sawahnya hanya bisa menghasilkan sekitar 3 ton.

"Itu masih mending, kadang nggak ngunduh blas (tidak panen sama sekali). Sudah kami laporkan ke PPL tapi tidak pernah datang ke sawah. Kami minta bantuan alat suling pengusir tikus seperti di Desa Getas dan Gadon. Karena petani di sini sudah capek ngusir tikus," tutur Diran yang juga diamini petani lain.

Selanjutnya
Halaman
1 2