Pertamina Buka Suara soal Penembokan Akses Warga di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 21:19 WIB
Akses jalan warga di Sukabumi terhalang tembok beton.
Akses jalan warga di Sukabumi terhalang tembok beton. (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Kabupaten Sukabumi -

PT Pertamina akhirnya buka suara soal penutupan akses di Kampung Rawa Kalong, RT 1 RW 32, Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Pihaknya mengklaim penembokan tersebut bagian dari pengamanan aset.

Hal itu diungkap Asisten Manager Asset Recovery PT Pertamina. Dia mengatakan pihaknya sudah mendengar aspirasi warga soal pembukaan jalan di lokasi yang kini telah terkurung tembok.

"Klarifikasi saja terkait pemagaran di lapangan, ada aspirasi untuk pembukaan akses. Sebenarnya ada akses satu, namun karena ada warga jompo yang tidak bisa beraktivitas, nah ini menjadi pertimbangan kami dari Pertamina untuk dilaporkan kembali ke pimpinan apakah nanti bisa diakomodir untuk pembukaan akses tersebut," kata Vicky usai mengikuti audiensi dengan perwakilan mahasiswa, warga dan utusan Pemkab Sukabumi, Selasa (18/1/2022).

Harapan itu, menurut Vicky, sudah disampaikan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Sukabumi yang meminta agar tidak ada warga yang dirugikan atas penembokan di kawasan tersebut. "Penembokan alasannya program pengamanan aset, dengan adanya batas yang harus diamankan sehingga secara keseluruhan untuk pengamanan aset harus melakukan pemagaran. Ketika ada ekses bisa kita negosiasikan untuk mencari solusi yang baik," ucap Vicky.

Ia menjelaskan seluruh aset lahan di lokasi tersebut berjumlah delapan hektar. "Nanti (solusi) masih akan dilaporkan kembali ke pimpinan," ujar Vicky.

Sekadar diketahui, sebanyak 16 jiwa dari 5 Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Rawa Kalong terkurung tembok beton yang dibangun Pertamina. Tembok beton itu mengelilingi sebagian perkampungan warga. Sebuah tangga dari kayu kemudian dibuat warga yang menjadi akses melintas terdekat menuju Jalan Raya Rawakalong.

Pemkab Sukabumi Pertemukan Warga-Pertamina

Pemkab Sukabumi memfasilitasi pertemuan antara Pertamina dan warga Rawa Kalong dan Kampung Cemara terkait sejumlah persoalan menyangkut lahan yang ditembok oleh perusahaan pelat merah tersebut.

"Fokus utama kami adalah membuka akses jalan bagi warga di Rawakalong yang selama ini oleh tembok pagar Pertamina. Jadi, nanti ada dua jalan, satu jalan yang sudah ada sekarang dan satu lagi kita usulkan akses jalan untuk dibuka agar tidak terisolasi. Ini solusi sementara," kata Kepala Bagian Sumberdaya Alam Setda Kabupaten Sukabumi Prasetyo.

Selain persoalan akses, Prasetyo menjelaskan, pihaknya juga fokus kepada relokasi warga di lokasi. "Khususnya bagi warga yang memiliki usaha ikan asin, itu ada 26 KK. Rencana kita usulkan untuk direlokasi. Kemudian yang ketiga, kesimpulannya adalah bagi masyarakat yang direlokasi kita usulkan ke Pertamina untuk diberikan uang kerohiman, jadi mereka dibekali itu pada saat relokasi nanti, sedang diusulkan tapi bukan menetapkan," tutur Prasetyo.

Berkaitan lahan relokasi, menurut dia, ada beberapa usulan di antaranya lahan milik pemerintah daerah. Lahan yang kini dikuasai Pertamina sudah berdasarkan kepada keputusan MA.

Simak video 'Warga di Sukabumi Curhat Akses Jalan Ditembok Perusahaan BUMN':

[Gambas:Video 20detik]