Konflik Pengurus RW-PAUD di Sukabumi Berakhir Damai

Siti Fatimah - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 19:21 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi, Hasan Asari
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi, Hasan Asari (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Sukabumi -

Polemik yang terjadi pada status bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anggrek 9 di Puri Cibeureum Permai 2, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum akhirnya menemukan titik terang. Pasalnya, Dinas Pendidikan hari ini melakukan mediasi yang dihadiri oleh pengurus RW dan pengelola PAUD.

Sekedar informasi, berdasarkan penuturan pengelola PAUD, pihak pengurus RW diduga melakukan pengrusakan dan penutupan gedung PAUD lantaran gedung tersebut hak milik pengurus RW. Masalah itu sudah bertahan selama enam tahun ke belakang dan semakin memanas akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi, Hasan Asari mengatakan, antara pengurus RW dan pengelola PAUD sudah mencapai mufakat. Keduanya, berniat untuk melanjutkan dan mengembangan fasilitas pendidikan anak itu.

"Hari ini telah islah, telah mencapai kesepemahaman bahwa RW dan seluruh jajarannya juga ibu-ibu PAUD untuk melanjutkan proses pembelajaran dan sebagainya. Teman-teman dari ke-RW-an siap memberikan support kepada pengelolaan PAUD sehingga ke depannya jauh lebih baik," kata Hasan, Selasa (18/1/2022).

Lebih lanjut, peruntukkan gedung yang sempat dipermasalahkan itu akan digunakan kembali untuk kebutuhan belajar mengajar anak-anak. "Tempat silahkan untuk PAUD dikelola agar bisa ikut akreditasi, bisa ikut pembelajaran, bisa untuk mencerdaskan anak-anak," sambungnya.

Dia menjelaskan, para pengurus RW sudah legowo jika gedung itu akan digunakan untuk PAUD bukan sekretariat RW. Di tahun-tahun sebelumnya, gedung hasil pemberian Pemerintah Daerah (Pemda) itu sempat digunakan sebagai pos RW, posyandu dan PAUD sebelum akhirnya terjadi kesalahpahaman.

"Pak RW sudah mempersilakan, mangga (silahkan) itu digunakan untuk kegiatan-kegiatan, bangunan tersebut punya riwayat tersendiri hari ini sudah jelas bersama pengurus RW juga seluruh jajaran sudah mempersilahkan demi pendidikan anak-anak karena itu untuk digunakan kembali oleh teman-teman PAUD," paparnya.

Kegiatan belajar mengajar tatap muka di PAUD Anggrek 9, kata dia, sudah dapat dimulai sejak hari ini. Pihaknya berharap, ke depan akan ada dukungan untuk penataan PAUD tersebut.

Sebelumnya diberitakan, guru-guru PAUD Anggrek 9 mengaku mendapatkan intimidasi dan ancaman akan penutupan dan pengrusakan fasilitas PAUD. Perwakilan guru Paud Anggrek 9, Susilawati mengatakan, pengurus RW mempertanyakan mengenai status kepemilkan gedung saat gedung tersebut mendapatkan bantuan pendanaan pada 2017 lalu.

Sedangkan kondisi PAUD setelah digunakan pengurus RW dan ditempati Karang Taruna dalam kondisi yang memprihatinkan. Sampah berserakan dan beberapa fasilitas mainan anak-anak rusak.

Ketua RW 09, Sugeng Harjadi membantah pengurus RW melakukan intimidasi dan pengancaman. Menurutnya, tidak ada kegiatan merusak fasilitas atau hal lain-lain yang disangkakan guru PAUD.

"Tidak ada kerusakan, silahkan. Warga juga bingung, silahkan lah cek sendiri. Simpulkan sendiri. Alat mainan rusak itu memang sudah tua dan akan saya ganti. Kalau buat mainan anak-anak itu berbahaya dan jatuh," kata Sugeng saat mediasi di Kecamatan Cibeureum, Minggu (16/1) lalu.

(yum/bbn)