5 Kisah Horor Warga Tersesat di Hutan Jawa Barat

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 19:10 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo

Pengalaman Horor Guru Bahasa Inggris di Gunung Gede Pangrango

Yusup Iskandar (40) kini bisa bernapas lega setelah sempat tersesat di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa Barat. Guru bahasa Inggris di SMA Al-Furqan itu telah kembali berkumpul bersama kedua orang tua dan adik-adiknya di kampung halaman.

Tidak hanya mengalami kelelahan secara fisik, Yusup mengaku mendapat pengalaman mistis selama perjalanannya di area TNGGP yang mungkin tidak bisa dilupakan seumur hidupnya, kondisi Yusup saat ini telah kembali pulih dia pun bersedia membagi kisahnya itu.

Sabtu (9/9/2017) adalah hari pertama Yusup dikabarkan hilang, warga setempat dan rekan-rekannya melakukan pencarian hingga ke lokasi terakhir Yusup berada. Ternyata teriakan warga didengar Yusup dengan jelas, namun entah mengapa Yusup mengalami kesulitan ketika membalas teriakan warga.

"Tidak hanya malam, tapi juga sore menjelang petang pengalaman itu saya alami. Hari pertama suara saya mendadak kecil, lamat-lamat dari jauh saya mendengar orang memanggil nama saya ketika saya menjawab dengan teriakan suara saya kecil dan nggak keluar," kata Yusup kepada detikcom di Kampung Kongs,i RT 1 RW 1, Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/9/2017).

Berbagai suara lain seolah menutup teriakan Yusup, ia mendengar suara mirip pasir yang ditabur. Ketika petang malam pertama dia juga mengaku melihat sosok tinggi besar menatap dan mengikutinya dari kejauhan.

"Seluruh badannya putih, cuma di bagian wajahnya nggak jelas. Saya gosok-gosok mata saya tetap enggak kelihatan, saat itu saya terus berdoa nggak putus hingga sekitar dua jam sosok itu hilang," ucap Yusup.

Tiga cahaya lampu misterius juga kerap menghalangi Yusup, cahaya itu seolah menyilaukan jalanan curam dan bersemak yang ia tapaki. Doa-doa kembali ia baca, sampai cahaya itu mendadak mengecil hingga seperti kunang-kunang.

"Namanya di hutan gelap, sementara di depan ada cahaya menyilaukan mirip senter besar tapi enggak bikin terang. Hanya menyorot kedua mata saya. Sampai semak-semak saya terjang hingga beberapa kali saya terperosok," ucapnya.

Yusup bermalam di area Curug Ciheulang, menurutnya hujan sempat mengguyur dan dia berlindung di balik jaket. "Sekarang saya baru kepikiran untung saja tidak ada air bah karena batu yang saya tiduri berada di areal sungai," katanya.

Dia akhirnya bisa ditemukan di hari ketiga atau Selasa (12/9/2017), hari yang menurutnya semua energi dan tenaganya mendadak kembali. Ketika Tim SAR Gabungan meneriakkan namanya dengan lantang bisa dia jawab dengan teriakan yang kencang.

"Suara saya kembali, teriakan saya mendadak lantang sampai akhirnya saya bisa ditemukan di pinggir sungai oleh para pencari. Saya sudah pasrah aja, tapi Allah masih memberi kesempatan kepada saya untuk bisa berkumpul dengan keluarga, saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah mencari dan menemukan saya," tutur Yusup.


(yum/bbn)