Unak Anik Jabar

Menguak Mitos Tanjakan Emen Subang, Benarkah Harus Lempar Rokok?

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 07:34 WIB
Tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Subang - Nama Tanjakan Emen tentu tidak asing lagi di telinga warga Jawa Barat. Jalan yang berada di Kampung Cicenang, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, itu memang dikenal angker. Banyak yang tewas saat melintas di jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu.

Sebenarnya penyebab kecelakaan dipicu oleh kendaraan yang tak laik jalan ataupun faktor kesalahan manusia. Namun, tak sedikit pula yang mengaitkan kecelakaan yang terjadi karena gangguan makhluk astral yang bernama Emen. Benarkah demikian?


Setidaknya kepercayaan itu sudah ada sejak tahun 1950-an. Pengendara yang melintas di Tanjakan Emen, biasanya melemparkan sebatang rokok dan membunyikan klakson saat melintas di jalan tersebut. Tujuannya agar bisa selamat dari gangguan gaib.

"Dulu dipercaya seperti itu, katanya harus lempar rokok dan bunyikan klakson biar selamat, tapi ah bukan begitu," kata H Sarman (64), warga Desa Ciater saat ditemui detikcom, Minggu (19/1).

Menurut Sarman, sekitar tahun 1956, ada seorang sopir oplet jurusan Lembang-Subang yang bernama Taing. Julukan nama Emen melekat kepadanya, karena memiliki ketertarikan pada permainan cemen di Terminal Mandarin Lembang saat menunggu penumpang.
Selanjutnya
Halaman
1 2