Jabar Hari Ini: Mahasiswa Telkom University Dibunuh-Vokalis 'Kapten' Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 21:28 WIB
Pembunuhan Pemuda Karawang Terbungkus Plastik
Polisi menangkap tiga pria pembunuh pemuda di Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)

Bupati Bandung Barat 'Sembunyikan' Positif Corona, Akan Ada Sanksi?

Bupati Bandung Barat Aa Umbara tidak mengumumkan ke publik terkait positif COVID-19. Lalu apakah ada sanksi untuk orang nomor satu di Bandung Barat itu?

"Tidak ada sanksi atau bentuk teguran bagi yang tidak mengumumkan dirinya positif," ujar Ketua Harian Satgas COVID-19 Jabar Daud Achmad saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/1/2021).

Daud mengatakan orang yang positif COVID-19 hanya diwajibkan untuk melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Hal ini guna dilakukan pengontrolan dan tracing.

"Kewajibannya melaporkan ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) dan melakukan isolasi," katanya.

Bupati Bandung Barat Aa UmbaraBupati Bandung Barat Aa Umbara (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)

Status positif COVID-19 Aa Umbara dan istrinya baru diketahui setelah 12 hari mereka positif. Sekda Bandung Barat Asep Sodikin mengatakan sejak awal tahun ini, Aa Umbara Sutisna absen dari kegiatan berbagai pemerintahan sehingga muncul isu dirinya terpapar COVID-19.

"Awalnya saya tanya ke ajudan katanya (Aa Umbara) lagi istirahat karena sakit. Isunya ada yang bilang tifus dan lain-lain karena sakitnya lebih dari seminggu," ucap Asep kepada wartawan, Rabu (13/1).

Kemudian dirinya menginstruksikan Dinas Kesehatan Bandung Barat untuk mencari informasi. Hingga akhirnya didapati jawaban bahwa Aa Umbara terkonfirmasi positif COVID-19. "Saya sendiri tidak bisa menghubungi beliau. Tapi akhirnya Selasa (12/1) malam bisa dihubungi. Karena beliau pejabat publik harus ada kejelasan, tidak ada simpang siur, memang betul Pak Bupati dan istri positif COVID-19," kata Asep.

Soal tidak mengumumkan sejak awal soal positifnya Aa Umbara, alasan yang disampaikan oleh yang bersangkutan karena tidak ingin merepotkan semua pihak sehingga memilih bungkam terkait kondisinya.

"Beliau awalnya enggak mau ribut, ingin sehat dulu baru disampaikan kalau sempat positif COVID-19. Tapi karena beliau pejabat publik, semua harus disampaikan apalagi kan mau suntik vaksin. Nanti malah bertanya-tanya kenapa (Aa Umbara) menghilang," tutur Asep.

Selain memilih tidak mengumumkan dirinya positif COVID-19, Aa Umbara juga menolak dirawat di rumah sakit meski masuk kategori bergejala bahkan sampai sempat kritis. Dirinya memilih dirawat di rumahnya dengan bantuan alat dan perawatan dari dokter pribadinya.

Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Hernawan Widjajanto menambahkan pihaknya sudah tracing terhadap kontak erat dengan Aa Umbara dan istrinya. Hasilnya ada 52 orang yang langsung dites dengan rapid antigen.

"Kontak erat terdekat dari keluarga tim, sampai saat ini negatif," ujar Hernawan.

Halaman

(bbn/mud)