Jabar Hari Ini: Mahasiswa Telkom University Dibunuh-Vokalis 'Kapten' Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 21:28 WIB
Pembunuhan Pemuda Karawang Terbungkus Plastik
Polisi menangkap tiga pria pembunuh pemuda di Karawang. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Bandung -

Sejumlah peristiwa berlangsung di Jabar hari ini, Jumat (15/1/2021). Vokalis band 'Kapten' diringkus polisi karena kasus sabu. Selain itu, di Karawang, polisi menangkap pembunuh mahasiswa Telkom University.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Mahasiswa Telkom University Dibunuh Dukun

Sebelum dinyatakan hilang dan ditemukan tewas secara tragis, Fathan Ardian Nurmiftah (19), disebut-sebut sempat berkonsultasi supranatural kepada Jhovi Fernando (30). Jhovi, yang mengaku dukun, mengundang mahasiswa Telkom University itu ke tempat indekosnya untuk mengadakan ritual.

Korban dan pelaku berkenalan via Facebook. Tanpa rasa curiga, Fathan lantas mengikuti ajakan itu. Setelah bertemu di wilayah Johar, pemuda itu pergi ke indekos Jhovi di Kampung Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Minggu malam (10/1).

Fathan tak menyangka jika kunjungannya ke tempat indekos Jhovi bakal berujung maut. Ia pun tidak curiga kepada pelaku. Namun rupanya, Jhovi hanya membual. Pelaku tak punya kemampuan supranatural.

"Kepada korban, pelaku mengaku punya kemampuan paranormal dan bisa mengeluarkan sosok gaib di tubuh korban," kata Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra di Mapolres Karawang, Jumat (15/1/2021).

Hasil pemeriksaan, ritual itu tak pernah benar-benar terjadi. Justru yang ada hanya bujukan Jhovi kepada Fathan soal materi. Rama mengatakan, di dalam kamar kos itu, terjadi pembicaraan soal uang.

Menurut pengakuan Jhovi, Fathan sempat mengaku bisa meminjamkan uang kepada Jhovi. Di tempat kejadian itu, Jhovi kemudian menagih janji Fathan untuk meminjamkannya uang. Jhovi naik pitam karena Fathan tidak jadi meminjamkannya uang.

"Pelaku mengaku sakit hati terhadap ucapan korban. Pelaku membenturkan kepala korban ke dinding kamar kost, kemudian mencekik korban hingga tewas," ujar Rama.

Pembunuhan Pemuda Karawang Terbungkus PlastikPolres Karawang mengungkap kasus pembunuhan pemuda yang jasadnya ditemukan terikat dan terbungkus plastik. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)

Setelah membunuh Fathan, Jhovi kemudian mengambil ponsel pemuda asal Telukjambe Timur itu. Ia membuka aplikasi WhatsApp dan mengirim pesan kepada keluarga Fathan. Isinya, meminta uang sejumlah Rp 400 juta jika masih ingin ketemu dengan korban.

Kepada keluarga korban, Jhovi menyertakan nomor rekening bank milik Husain Abdurrahim (21). Membaca pesan itu, keluarga Fathan berasumsi jika Fathan diculik. Keluarga korban kemudian mendatangi kantor polisi dan melaporkan kehilangan Fathan. Tidak ada yang menyangka jika Fathan sebetulnya sudah tewas dibunuh oleh pengirim pesan.

Selama dua hari, jenazah Fathan disimpan di indekos Jhovi. Lalu, pada Selasa malam (12/1/2021), Jhovi meminjam satu unit minibus. Tujuannya untuk mengangkut mayat korban yang sudah dibungkus.

Lantaran tak bisa menyetir, Jhovi bersama pelaku lainnya, Husain Abdurrahim (21) meminta tolong kepada Rio Hadiyan (23). Rio menyetir mobil hingga ke Cilamaya Karawang.

Saat tiba di Jalan Kecemek-Jarong, Dusun Kecemek, Desa Bayur Kidul, Cilamaya Kulon, Karawang, jasad Fathan yang sudah terbungkus dibuang ke pinggir sawah. Mayat itu terendam air selokan dan ditemukan dua warga yang tengah lari pagi, Rabu (13/1).

Mahasiswa tingkat pertama itu sempat dilaporkan hilang selama tiga hari oleh keluarganya. "Korban tercatat sebagai mahasiswa Telkom University di Bandung," kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5