Jabar Sepekan: Tendangan Brutal Penjaga Toko ke Balita-Kematian Tragis Bunda Maya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 21:01 WIB
Penjaga Toko Tendang Balita di Bandung
Pria penjaga toko menendang balita perempuan. (Foto: tangkapan layar video viral)

Sang 'Raja' Gunung Ciremai

Slamet Ramadhan, seekor macan tutul Jawa yang telah dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada bulan Juli 2019 lalu terus dipantau kondisinya melalui kamera pengintai yang dipasang.
Petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Polisi Kehutanan (Polhut) Balai TNGC menyatakan macan tutul 'penjaga' Gunung Ciremai ini dalam kondisi sehat.

"Kami sudah memasang kamera pengintai khusus untuk memantau Slamet. Empat kamera berhasil merekam aktivitas Slamet sejak April hingga November," kata Idin Abidin salah seorang petugas PEH dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (5/11).

Idin menjelaskan, terdapat 2.000 video yang berisi aktivitas satwa liar Gunung Ciremai terutama macan tutul Jawa yang bernama latin Panthera Pardus Melas ini.

"Hasil analisa data menyimpulkan Slamet Ramadhan tampak sehat. Ia gemuk, itu berarti banyak makanan disana. Ia pun terekam menandai wilayah jelajah dengan urin, feses dan cakaran," lanjutnya.

Potret macan tutul penghuni Gunung CeremaiPotret macan tutul penghuni Gunung Ceremai. (Foto: Istimewa)

Menurut Idin, Slamet Ramadhan menempati habitat hutan tropis di suatu titik di dalam Gunung Ciremai. Punggungan bukit yang dekat dengan sumber air menjadi tempat favorit Slamet.

Untuk kamera pengintai sendiri akan terus dipasang selama dua musim. Setelah menyalin data petugas mengganti baterai sehingga aktivitas satwa liar di Gunung Ciremai bisa terus terekam.

Sementara itu, salah seorang pecinta lingkungan dari Peduli Karnivor Jawa Didik Raharyono menambahkan, Slamet Ramadhan telah mengisi relung kosong hutan di Gunung Ciremai.

Menurut Didik yang telah 20 tahun berkecimpung di dunia kucing besar seperti macan tutul Jawa, saat ini di dalam hutan Gunung Ciremai terdapat setidaknya lima ekor macan.

"Jelajah Macan antara 400 sampai 600 hektar per individu. Nah, gunung Ciremai seluas lima belas ribu hektar itu paling tidak ada lima ekor macan," pungkasnya.


(yum/bbn)