×
Ad

Rencana Kontroversial Live Streaming Hukuman Mati Dibatalkan Trump

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 16 Okt 2026 23:00 WIB
Donald Trump (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana kontroversial untuk menyiarkan langsung eksekusi mati seorang mantan tentara. Hal itu dibatalkan oleh Trump usai rencana tersebut menuai kritik.

Dirangkum detikcom, Jumat (16/10/2026), AS awalnya berencana menyiarkan langsung atau via live streaming eksekusi mati dengan regu tembak terhadap seorang mantan tentara AS, Nidal Hasan. Dia merupakan terpidana penembakan massal yang menewaskan 13 orang di pangkalan militer Fort Hood.

Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth, seperti dilansir AFP, mengatakan eksekusi mati terhadap Hasan akan dilaksanakan di hadapan "publik". Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat AS, melakukan penembakan massal yang menewaskan 13 orang di Fort Hood pada tahun 2009.

Eksekusi matinya akan menjadi yang pertama dilakukan oleh militer AS sejak tahun 1961 silam. Ini sekaligus menjadi eksekusi mati pertama di AS yang melibatkan regu tembak sejak Perang Dunia II.

Awal pekan ini, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengumumkan Donald Trump telah menyetujui rekomendasi Hegseth untuk mengerahkan regu tembak dalam eksekusi mati terhadap Hasan. Hegseth, dalam pernyataan video yang diunggah ke akun resmi Pentagon di media sosial X pada Kamis (8/10), mengatakan Hasan 'akan menghadapi regu tembak tentara, sebagaimana mestinya, dan kita akan memastikan orang-orang dapat menyaksikannya, bahwa hal itu akan dilakukan di hadapan publik'.

"Orang-orang perlu memahami bahwa ada konsekuensi serius untuk tindakan semacam ini," tegas Hegseth dalam pernyataan, yang merupakan potongan wawancara dengan influencer sayap kanan Jack Posobiec saat keduanya berada di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.

Ketika ditanya lebih lanjut soal apa yang dimaksud oleh Hegseth bahwa eksekusi mati itu akan dilakukan di depan publik, Pentagon menyebutkan bahwa akan ada tayangan live streaming.

"Eksekusi mati itu akan disiarkan via live streaming. Rincian lebih lanjut akan menyusul " kata seorang pejabat Pentagon, yang enggan disebut namanya, kepada AFP.

Sementara, Hegseth menekankan ini akan menjadi eksekusi mati oleh regu tembak pertama yang dilakukan militer AS sejak Perang Dunia II. Dia merujuk pada kasus Eddie Slovik yang dihukum mati karena desersi pada tahun 1945 silam.

"Saya menyukai mentalitas yang kita miliki pada Perang Dunia II, yaitu mentalitas untuk menang, yang memahami bahwa ketika musuh menyerang, Anda harus teguh mempertahankan posisi," ucap Menhan AS tersebut.




(haf/haf)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork