Rencana AS Siaran Langsung Eksekusi Mati Eks Tentara

Rencana AS Siaran Langsung Eksekusi Mati Eks Tentara

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Okt 2026 20:02 WIB
FILE PHOTO: Nidal Hasan, charged with killing 13 people and wounding 31 in a November 2009 shooting spree at Fort Hood, is pictured in an undated handout photo obtained by Reuters on June 29, 2012.  REUTERS/Bell County Sheriffs Office/Handout./File
Nidal Hasan (Foto: Reuters/Handout)
Washington -

Amerika Serikat (AS) berencana menyiarkan secara langsung eksekusi mati eks tentara bernama Nidal Hasan. Diketahui, Hasan merupakan terpidana kasus penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood yang menewaskan 13 orang.

Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), mengatakan bahwa eksekusi mati terhadap Hasan akan dilaksanakan di hadapan "publik".

Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat AS, melakukan penembakan massal yang menewaskan 13 orang di Fort Hood pada tahun 2009. Eksekusi mati terhadap Hasan akan menjadi yang pertama dilakukan oleh militer AS sejak tahun 1961 silam, sekaligus yang pertama melibatkan regu tembak sejak Perang Dunia II.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal pekan ini, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump telah menyetujui rekomendasi Hegseth untuk mengerahkan regu tembak dalam eksekusi mati terhadap Hasan.

ADVERTISEMENT

Hegseth, dalam pernyataan video yang diunggah ke akun resmi Pentagon di media sosial X pada Kamis (8/10), mengatakan bahwa Hasan "akan menghadapi regu tembak tentara, sebagaimana mestinya, dan kita akan memastikan orang-orang dapat menyaksikannya, bahwa hal itu akan dilakukan di hadapan publik".

"Orang-orang perlu memahami bahwa... ada konsekuensi serius untuk tindakan semacam ini," tegas Hegseth dalam pernyataannya, yang merupakan potongan wawancara dengan influencer sayap kanan Jack Posobiec saat keduanya berada di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.

Ketika ditanya lebih lanjut soal apa yang dimaksud oleh Hegseth bahwa eksekusi mati itu akan dilakukan di depan publik, Pentagon menyebutkan bahwa akan ada tayangan live streaming.

"Eksekusi mati itu akan disiarkan via live streaming. Rincian lebih lanjut akan menyusul," kata seorang pejabat Pentagon, yang enggan disebut namanya, kepada AFP.

Eksekusi dengan Regu Tembak Pertama Sejak PD II

Dalam pernyataannya, Hegseth menekankan bahwa ini akan menjadi eksekusi mati oleh regu tembak pertama yang dilakukan militer AS sejak Perang Dunia II. Dia merujuk pada kasus Eddie Slovik yang dihukum mati karena desersi pada tahun 1945 silam.

"Saya menyukai mentalitas yang kita miliki pada Perang Dunia II, yaitu mentalitas untuk menang, yang memahami bahwa ketika musuh menyerang, Anda harus teguh mempertahankan posisi," ucap Menhan AS tersebut.

Dalam rekaman video terpisah, ketika ditanya apakah Hasan memiliki permintaan terakhir, Hegseth menjawab: "Tidak peduli. Kita akan melihat dia pada 3 Desember."

Tanggal 3 Desember diduga merujuk pada jadwal eksekusi mati Hasan. Sejauh ini, Pentagon belum mengumumkan secara resmi waktu pelaksanaan eksekusi mati tersebut.

Eksekusi mati oleh militer AS terakhir kali dilakukan pada tahun 1961 silam, ketika John Bennett dihukum gantung atas pemerkosaan dan percobaan pembunuhan.

Eksekusi Mati oleh AS

Menurut kelompok HAM Amnesty International, setidaknya 17 eksekusi mati di depan publik tercatat telah dilakukan sepanjang tahun lalu. Enam eksekusi mati di depan publik di antaranya dilakukan di Afghanistan, dan 11 eksekusi mati serupa lainnya dilaksanakan di Iran.

Hasan dijatuhi hukuman mati oleh dewan juri pengadilan militer AS pada tahun 2013, karena melakukan serangan penembakan massal yang terinspirasi Al-Qaeda. Dia menewaskan 13 orang, termasuk 12 tentara aktif, dan melukai 30 tentara lainnya.

Hasan mengalami lumpuh sebagian setelah ditembak oleh seorang polisi sipil yang dikerahkan ke lokasi usai penembakan terjadi

Simak juga Video 'Janji Trump Gak Akan Serang Iran Sebelum Pemilu Sela 3 November!':

Halaman 2 dari 3
(isa/wnv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini