×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2026 17:43 WIB
Rudal balistik Korut dipamerkan saat Kim Jong Un menghadiri pembukaan museum industri pertahanan (via REUTERS/KCNA)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat (AS). Pesawat kargo Ethiopian Airlines dari Addis Ababa terpaksa berbalik arah di tengah penerbangan usai ditolak mendarat oleh Israel.

Rudal ICBM itu dipamerkan saat Kim Jong Un menghadiri pembukaan museum industri pertahanan yang baru, yang bernama Museum Revolusi Pertahanan, pada Minggu (11/10) waktu setempat. Dalam kunjungannya, Kim Jong Un didampingi istri, Ri Sol Ju, dan putrinya, Ju Ae.

Sementara itu, penolakan Israel untuk mengizinkan Ethiopian Airlines mendarat di wilayahnya didasari alasan pilot pesawat itu merupakan warga negara Indonesia (WNI), yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (13/10/2026):

- Kim Jong Un Pamer Rudal Diklaim Bisa Sampai AS

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat (AS).

Momen itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (13/10/2026), terjadi saat Kim Jong Un menghadiri pembukaan museum industri pertahanan yang baru, yang bernama Museum Revolusi Pertahanan, pada Minggu (11/10) waktu setempat. Dalam kunjungannya, Kim Jong Un didampingi istri, Ri Sol Ju, dan putrinya, Ju Ae.

Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) merilis foto-foto yang menunjukkan bahwa museum tersebut memamerkan berbagai persenjataan yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, mulai dari drone hingga rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-20.

- Houthi Bakal Balas AS Lebih Perih Jika Terlibat Konflik Yaman

Seorang pejabat senior kelompok Houthi memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan adanya "respons yang cepat dan mematikan" jika negara itu terlibat dalam konflik Yaman. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan AS bergabung dalam operasi Arab Saudi memerangi Houthi.

Otoritas Riyadh dilaporkan telah meminta bantuan Washington untuk menghadapi kelompok yang didukung Iran tersebut.

"Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan berlama-lama mempertimbangkan keputusan untuk membalas; sebaliknya, akan ada respons yang cepat dan menyakitkan yang menargetkan AS dan seluruh kepentingannya di kawasan ini," tegas anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Mukhaiti, dalam wawancara dengan AFP, seperti dilansir AFP, Selasa (13/10/2026).




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork