Houthi Bakal Balas AS Lebih Perih Jika Terlibat Konflik Yaman

Houthi Bakal Balas AS Lebih Perih Jika Terlibat Konflik Yaman

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Okt 2026 13:32 WIB
Para petempur Houthi di Yaman (dok. REUTERS/Khaled Abdullah)
Para petempur Houthi di Yaman (dok. REUTERS/Khaled Abdullah)
Sanaa -

Seorang pejabat senior kelompok Houthi memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan adanya "respons yang cepat dan mematikan" jika negara itu terlibat dalam konflik Yaman. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan AS bergabung dalam operasi Arab Saudi memerangi Houthi.

Otoritas Riyadh dilaporkan telah meminta bantuan Washington untuk menghadapi kelompok yang didukung Iran tersebut.

"Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan berlama-lama mempertimbangkan keputusan untuk membalas; sebaliknya, akan ada respons yang cepat dan menyakitkan yang menargetkan AS dan seluruh kepentingannya di kawasan ini," tegas anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Mukhaiti, dalam wawancara dengan AFP, seperti dilansir AFP, Selasa (13/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al Mukhaiti juga memperingatkan "seluruh pegawai dan pekerja di fasilitas-fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi untuk menjauhi lokasi-lokasi tersebut, karena tempat-tempat ini telah menjadi target yang sah".

ADVERTISEMENT

Menyusul rentetan serangan Houthi terhadap bandara di Riyadh, yang dilaporkan menewaskan total sedikitnya 18 orang, Trump mengatakan dirinya mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok tersebut.

"Mungkin saja. Kami sedang meninjaunya," kata Trump mengenai peluang AS bergabung dengan Saudi menyerang Houthi. Hal ini disampaikan Trump setelah sebelumnya dilaporkan menolak permintaan Saudi agar AS turut menyerang Houthi secara langsung.

"Houthi bertindak sangat buruk. Mereka bertindak sangat buruk. Itu tidak baik," kata Trump pada Senin (12/10) waktu setempat.

Konflik Yaman kembali berkobar, dengan pasukan pemerintah Yaman melancarkan operasi militer terbaru terhadap Houthi untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok tersebut. Saudi memberikan dukungan melalui serangan udara terhadap target-target Houthi di Yaman.

Sebagai balasannya, Houthi menargetkan wilayah Saudi dalam rentetan serangannya. Mulai dari fasilitas minyak, kapal tanker, hingga bandara sipil Saudi menjadi target serangan Houthi.

Menyusul serangan mematikan terhadap bandara di Riyadh pada akhir pekan, sejumlah serangan Houthi masih menghujani Saudi pada Senin (12/10). Koalisi pimpinan Saudi mengumumkan pencegatan rudal-rudal Houthi yang diluncurkan ke wilayahnya, salah satunya menargetkan Riyadh, ibu kota negara tersebut.

Lihat Video 'Houthi Klaim Lumpuhkan Pasukan yang Didukung Arab Saudi':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini