Korea Utara (Korut) terdeteksi telah meluncurkan sebuah proyektil, yang diduga sebagai rudal balistik pada Kamis (20/8). Peluncuran ini dilakukan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un pada akhir tahun ini.
Aktivitas peluncuran Pyongyang itu, seperti dilansir AFP, Kamis (20/8/2026), dilaporkan oleh dua negara tetangganya, Jepang dan Korea Selatan (Korsel).
"Korea Utara telah meluncurkan sesuatu yang diduga sebuah rudal balistik," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri (PM) Jepang via media sosial X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat kemudian, Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan kepada AFP bahwa Korut terdeteksi menembakkan setidaknya satu "proyektil tak teridentifikasi". Seoul tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai aktivitas peluncuran Pyongyang tersebut.
Terdeteksinya peluncuran Korut ini terjadi setelah Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, pada Rabu (19/8), bahwa dirinya akan bertemu Kim Jong Un pada akhir tahun ini.
Ketika ditanya wartawan apakah dirinya berencana bertemu pemimpin Korut itu pada tahun ini, Presiden AS itu menjawab: "Iya, saya akan melakukannya."
Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun media terkemuka AS Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan pertemuan dengan Kim Jong Un itu saat melakukan kunjungan ke Shenzhen, China, untuk menghadiri KTT APEC pada November mendatang.
Presiden AS itu juga mengklaim bahwa dirinya "berhubungan sangat baik" dengan Kim Jong Un. Trump bahkan menyebut dirinya "mengenal Kim Jong Un dengan sangat baik".
Klaim-klaim Trump ini dinilai menjadi upayanya menghidupkan kembali ikatan yang dia klaim terjalin dengan pemimpin Korut itu selama masa jabatan pertamanya.
Fokus mendadak Trump terhadap Kim Jong Un, serta keputusannya untuk mengurangi skala latihan militer gabungan AS dan Korsel, membuat khawatir sekutu-sekutu AS di Asia. Meskipun juga memicu spekulasi bahwa dia sedang mencari keberhasilan kebijakan luar negeri di tengah buntunya diplomasi dengan Iran.
Simak juga Video: Korea Utara Tegaskan Program Nuklirnya Tak Bisa Dinegosiasikan










































