Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bertekad untuk menjadikan Angkatan Laut Korut menjadi kekuatan militer bersenjatakan nuklir. Tekad ini disampaikan saat Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya menggelar latihan maritim gabungan pekan ini.
Latihan maritim pekan ini, yang melibatkan AS, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang, merupakan latihan gabungan yang digelar sejak tahun 2023 lalu sebagai upaya, menurut para pejabat negara tersebut, untuk menangkal ancaman rudal dan nuklir Korut.
Tekad Kim Jong Un itu, seperti dilansir AFP, Senin (7/9/2026), disampaikan saat menghadiri peresmian kapal perang Kang Kon -- kapal perang Korut yang sempat miring dan hampir terbalik saat diluncurkan pada Mei 2025 -- di kota pelabuhan Wonsan pada Minggu (6/9) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus memastikan terlaksananya operasi sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif untuk situasi perang sesungguhnya, dengan cara mengembangkan angkatan laut kita menjadi kekuatan bersenjata nuklir," cetus Kim Jong Un saat berbicara dalam seremoni tersebut, seperti dikutip Korean Central News Agency (KCNA) dalam laporannya.
"Begitu perintah diberikan kapan saja, kapal perusak generasi baru ini harus mampu melancarkan serangan balasan yang mematikan terhadap musuh, karena kapal ini merupakan bagian dari sistem aksi balasan nuklir dari negara ini," tegas Kim Jong Un.
Foto-foto yang dirilis KCNA menampilkan Kim Jong Un didampingi oleh putrinya, Kim Ju Ae, yang kabarnya telah ditunjuk menjadi penerus ayahnya.
Pada Juli lalu, Kim Jong Un menggelar uji coba untuk kapal Kang Kon, salah satu dari dua kapal perang kelas 5.000 ton yang diluncurkan tahun lalu, yang dilakukan tak lama setelah lebih dari setahun kapal itu mengalami kerusakan saat peluncurannya.
Menganalisis pernyataan terbaru Kim Jong Un, seorang profesor pada Universitas Kyungnam, Lim Eul Chul, menyebut pernyataan pemimpin Korut itu mengenai "angkatan laut bersenjata nuklir" menandakan bahwa kapal-kapal tersebut dapat berfungsi sebagai platform peluncuran rudal jelajah berkemampuan nuklir taktis.
Kim Jong Un, dalam pernyataannya, juga mengatakan bahwa Korut sedang menjalankan "rencana penting" untuk memperkuat angkatan lautnya yang akan diungkapkan kepada dunia "dalam waktu delapan bulan" ke depan.
Menurut Lim, pernyataan itu bisa menjadi pertanda akan diperkenalkannya aset strategi utama Korut, seperti kapal selam baru yang mampu membawa rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam.
Dengan mengerahkan kapal perang Kang Kon ke Laut Timur, Lim menilai Pyongyang berupaya menempatkan latihan gabungan maritim dan pengerahan aset nuklir agar tetap berada dalam "jangkauan langsung".
Latihan maritim yang digelar AS bersama Korsel dan Jepang, yang diberi nama Freedom Edge, dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (11/9) mendatang di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korsel. Latihan ini tetap digelar setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengurangi skala latihan gabungan dengan Korsel.
Simak juga Video: Korea Utara Tegaskan Program Nuklirnya Tak Bisa Dinegosiasikan










































