Iran menyatakan "sangat prihatin" atas eskalasi serangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi, yang didukung negara itu. Teheran mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan menawarkan diri sebagai mediator.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, seperti dilansir AFP, Senin (12/10/2026), melakukan percakapan telepon dengan Menlu Saudi, Pangeran Faisal bin Faran Al Saud, membahas situasi terkini di Semenanjung Arab tersebut.
Araghchi, menurut laporan media pemerintah Iran, "bersikeras pada pendekatan militer" dan memperingatkan bahwa "mengabaikan solusi politik akan semakin memperumit situasi saat ini".
Dia mengatakan bahwa Teheran siap membantu untuk "memulai dialog antara Arab Saudi dan Yaman, dan memfasilitasi tercapainya solusi politik".
Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga mencetuskan hal serupa saat berbicara dalam konferensi pers pada Senin (12/10) waktu setempat.
"Kami sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Semenanjung Arab," kata Baghaei.
Dia menambahkan bahwa Teheran siap "membantu memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang bertikai".
"Kami sama sekali tidak menginginkan permusuhan dan perang terus berlanjut antara dua negara Islam," kata Baghaei, sembari mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan konflik "melalui dialog dan komunikasi".
(nvc/dhn)