Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari demo pelajar yang diwarnai kericuhan di Prancis, dengan nyaris 500 orang ditangkap. Tanpa memberikan bukti, Trump mengaitkan gelombang protes massal itu dengan migrasi dan Islam.
"Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang tak terkendali," sebut Presiden AS itu dalam postingan media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Rabu (7/10/2026).
"Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih sebuah negara yang dulunya hebat!" klaim Trump, tanpa memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya itu.
Para pelajar di Prancis memblokir akses masuk ke ratusan sekolah menengah di berbagai wilayah negara tersebut sejak akhir September lalu, untuk menuntut kondisi yang lebih baik di sekolah. Dalam aksinya, para pelajar itu memprotes fasilitas sekolah yang rusak dan kekurangan guru.
Unjuk rasa tersebut sempat diwarnai bentrokan sporadis dengan aparat keamanan. Dalam aksi protes terbaru pada Selasa (6/10) waktu setempat, sekitar seperempat juta demonstran, atau sebanyak 250.000 demonstran, turun ke jalan di berbagai wilayah Prancis.
Trump tidak merinci klaimnya atau pun memberikan bukti apa pun untuk mendukung pernyataannya itu.
Di Prancis, belum ditemukan adanya keterkaitan antara gerakan pelajar itu dengan tuntutan apa pun yang berbasis agama atau identitas.
Namun Trump dan pemerintahannya telah sejak lama menyalahkan migrasi atas berbagai masalah sosial di Eropa. Mereka menyerukan Eropa untuk menutup perbatasannya dan memperingatkan tentang apa yang mereka sebut sebagai kemunduran peradaban -- sejalan dengan partai-partai sayap kanan.
(nvc/dhn)