Ramai Rumor Menhan AS Pete Hegseth Masuk Bursa Capres 2028

Ramai Rumor Menhan AS Pete Hegseth Masuk Bursa Capres 2028

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 01 Sep 2026 15:22 WIB
Presiden AS Donald Trump mendengarkan Menhan AS Pete Hegseth sedang berbicara dalam rapat kabinet pada Juli lalu (dok. REUTERS/Daniel Heuer)
Presiden AS Donald Trump mendengarkan Menhan AS Pete Hegseth sedang berbicara dalam rapat kabinet pada Juli lalu (dok. REUTERS/Daniel Heuer)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa masih terlalu dini untuk membahas calon pengganti dirinya dalam pemilu presiden (pilpres) AS tahun 2028 mendatang.

Trump terkesan menghindari pembicaraan mengenai kemungkinan pencalonan Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth untuk pilpres tahun 2028 mendatang.

Ketika ditanya soal laporan media NBC News yang menyebutkan bahwa Hegseth telah membahas kemungkinan maju capres AS, seperti dilansir Reuters, Selasa (1/9/2026), Trump mengatakan bahwa Menhan-nya itu telah melakukan pekerjaan yang "luar biasa".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (31/8) waktu setempat.

"Kita harus melewati pemilu sela terlebih dahulu," ucapnya.

Partai Republik yang menaungi Trump, sedang berjuang mempertahankan kendali atas kedua kamar Kongres AS, baik DPR maupun Senat, dalam pemilu sela yang dijadwalkan pada November mendatang.

Hegseth yang merupakan veteran Garda Nasional Angkatan Darat dan mantan pembawa acara televisi Fox News Channel, berkampanye untuk Partai Republik di Iowa State Fair, yang sarat nuansa politik, pada bulan ini.

Dalam postingan di media sosial pekan lalu, Hegseth menyebut laporan soal ambisi pencapresan dirinya untuk tahun 2028 sebagai "100 persen tidak benar".

Trump, yang masa jabatannya sebagai Presiden AS dibatasi hingga dua periode, belum menunjuk penerus untuk memimpin gerakan "Make America Great Again" setelah dia lengser pada tahun 2029 nanti.

Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sama-sama telah didorong oleh para pendukung mereka untuk mencalonkan diri.

"Saya yakin ada banyak orang yang mempertimbangkannya, namun Anda tidak mengetahuinya. Saat ini, satu-satunya hal yang dia cintai -- dan satu-satunya hal yang dia pedulikan -- adalah militer dan upaya menyejahterakan militer," kata Trump merujuk pada Hegseth.

Trump telah menggunakan pengaruh dukungannya dalam pemilu sela tahun 2026, bahkan berhasil membantu sejumlah penantang dari Partai Republik mengalahkan senator-senator petahana.

"Ini, tidak diragukan lagi, merupakan dukungan paling berpengaruh dalam sejarah politik," tulis Trump dalam postingan Truth Social pada Minggu (30/8).

Lihat juga Video 'Menhan AS Pete Hegseth Bantah Laporan Kondisi Buruk Awak USS Lincoln':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini