5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Okt 2026 17:49 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Evelyn Hockstein)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman, setelah komentar terbarunya dianggap mendorong Iran untuk menyerang kota-kota di AS. Laporan rahasia Badan Intelijen Pusat AS atau CIA mengindikasikan adanya risiko bagi Israel untuk terjerumus ke dalam keruntuhan politik atau perang saudara.

Gedung Putih menyatakan bahwa komentar Trump yang menyebut Iran bisa "melenyapkan" kota-kota di AS, terutama Los Angeles dan San Diego, telah disalahpahami. Ditegaskan oleh Gedung Putih bahwa Presiden AS itu tidak mendorong atau mengizinkan Iran untuk menyerang kota-kota AS.

Sementara itu, laporan rahasia CIA menyebut bahwa risiko keruntuhan politik atau perang saudara menyelimuti Israel di tengah semakin meningkatnya perpecahan politik, ekonomi, dan sosial, setelah bertahun-tahun terlibat perang di berbagai front, mulai dari Jalur Gaza, Lebanon, hingga Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (7/10/2026):

- Gedung Putih Bantah Trump Dorong Iran Serang Kota-kota di AS

ADVERTISEMENT

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman, setelah komentar terbarunya dianggap mendorong Iran untuk menyerang kota-kota di AS, terutama Los Angeles dan San Diego. Kedua kota itu berada di negara bagian California, yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Gavin Newsom dari Partai Demokrat.

Komentar Trump itu juga menuai kecaman keras dari para politisi Partai Demokrat lainnya.

Gedung Putih dalam tanggapannya berusaha menjelaskan bahwa komentar Trump itu telah disalahpahami. Ditegaskan oleh Gedung Putih bahwa Presiden AS itu tidak mendorong atau mengizinkan Iran untuk menyerang kota-kota AS.

- Arab Saudi Tembak Jatuh Rudal Houthi di Dekat Riyadh

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan pasukannya telah menembak jatuh sejumlah rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman, ke wilayah negara tersebut. Salah satu rudal Houthi itu berhasil dicegat di dekat Riyadh, ibu kota Saudi.

Rentetan serangan Houthi melanda wilayah Saudi, saat kelompok yang didukung Iran itu juga sedang terlibat pertempuran melawan pasukan pemerintah Yaman. Pekan ini, pasukan pemerintah Yaman melancarkan operasi militer yang bertujuan merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi.

Operasi itu mendapat dukungan Saudi, yang memberikan bantuan melalui serangan-serangan udara terhadap target-target Houthi di Yaman.

- CIA Sebut Israel di Ambang Keruntuhan Politik, Ada Potensi Perang Saudara

Laporan rahasia yang disusun oleh Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA mengindikasikan adanya risiko bagi Israel untuk terjerumus ke dalam keruntuhan politik atau perang saudara.

Risiko tersebut, menurut laporan rahasia CIA, mungkin terjadi di tengah semakin meningkatnya perpecahan politik, ekonomi, dan sosial di Israel, setelah bertahun-tahun terlibat perang di berbagai front, mulai dari Jalur Gaza, Lebanon, hingga Iran.

Hal tersebut disampaikan oleh Drop Site News yang berbasis di AS, yang mengutip dua sumber AS dalam laporannya, seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (7/10/2026).

- Trump Komentari Demo Pelajar Ricuh di Prancis, Singgung Migrasi dan Islam

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari demo pelajar yang diwarnai kericuhan di Prancis, dengan nyaris 500 orang ditangkap. Tanpa memberikan bukti, Trump mengaitkan gelombang protes massal itu dengan migrasi dan Islam.

"Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang tak terkendali," sebut Presiden AS itu dalam postingan media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Rabu (7/10/2026).

"Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih sebuah negara yang dulunya hebat!" klaim Trump, tanpa memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya itu.

- Iran Wanti-wanti AS dan Israel Tak Lancarkan Serangan Baru

Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru oleh Amerika Serikat (AS) atau Israel akan memicu respons yang lebih dahsyat. Teheran mengklaim telah menyiapkan target-target potensial untuk serangan pembalasan dan secara signifikan telah memperluas kapasitas produksi senjatanya hingga 2,5 kali lipat.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, seperti dilaporkan Fars News Agency dan dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/10/2026), mengatakan bahwa setiap serangan lanjutan akan dibalas dengan "respons tegas", dan akan mengakibatkan kerugian lebih besar bagi pihak lawan Iran.

Saat ditanya bagaimana Iran akan merespons potensi serangan terhadap Kuh-e Golang atau Gunung Pickaxe, Talaei-Nik mengatakan bahwa target-target yang dapat diserang oleh Angkatan Bersenjata Iran sebagai pembalasan telah dipersiapkan.

Simak juga Video 'Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur: Inflasi Mereka Tak Tertandingi!':

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini