Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB. Kecaman keras Erdogan ini memicu aksi walk-out dari delegasi Israel.
Dilansir Al-Jazeera, Rabu (23/9/2026) para delegasi Israel itu keluar dari ruangan. Di sisi lain, kecaman Erdogan disambut tepuk tangan dari perwakilan Palestina.
Erdogan menyoroti kejahatan perang Israel yang terus berlanjut di Gaza serta eskalasi serangan brutal oleh pemukim di Tepi Barat yang diduduki.
"Berkat dukungan (Presiden AS Donald) Trump, kami turut berkontribusi pada tercapainya gencatan senjata. Namun, meskipun ada gencatan senjata tersebut, lebih dari 1.300 warga sipil telah dibunuh di Gaza," ujar Erdogan.
Meskipun Hamas dan kelompok-kelompok Palestina lainnya telah menerima tahap kedua dari kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata bulan Oktober, ia menyatakan bahwa "Israel tidak menghentikan tindakannya di Gaza, dan Tepi Barat sedang mengalami masa-masa paling sulit akibat pendudukan wilayah tersebut oleh pemukim ilegal Israel".
Erdogan menggambarkan Gaza sebagai kamp konsentrasi paling mengerikan dan paling memalukan di zaman ini.
"Kita menghadapi pola pikir genosida yang tidak pernah puas melakukan pembunuhan. Tidak ada seorang pun yang memiliki rasa kemanusiaan, belas kasih, atau hati nurani yang bisa menutup mata terhadap hal ini," tambahnya.
Tonton juga video "Erdogan Bahas Gaza di Sidang PBB, Israel Walk Out"
(rdp/dhn)