Menhan Israel Usul Turki Tampung Anggota Hamas dari Gaza

Menhan Israel Usul Turki Tampung Anggota Hamas dari Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2026 16:59 WIB
Menhan Israel, Israel Katz (dok. Reuters)
Menhan Israel, Israel Katz (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengusulkan agar Turki menampung para anggota Hamas dari Jalur Gaza. Katz juga kembali menyerukan pemindahan menyeluruh terhadap dua juta penduduk Gaza yang banyak kehilangan tempat tinggal akibat serangan tanpa henti militer Tel Aviv.

Usulan Katz ini, seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2026), disampaikan saat ketegangan antara Israel dan Turki semakin meningkat. Katz dikenal kerap melontarkan pernyataan blak-blakan dan kontroversial.

"Israel akan terus bertindak untuk mencapai tujuan keamanannya dan memastikan agar ancaman seperti 7 Oktober tidak akan terulang kembali," kata Katz dalam pernyataan via media sosial X, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Katz menambahkan jika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan "ingin membantu saudara-saudara seiman dan seperjuangannya di Gaza -- biarkan dia mengajak mereka untuk pindah ke Antalya".

ADVERTISEMENT

"Banyak ruang tersedia di sana seiring absennya wisatawan Israel," sebutnya.

Antalya merupakan kota pesisir yang menjadi pusat industri pariwisata Turki. Kota ini menjadi destinasi utama bagi warga Israel sebelum hubungan kedua negara memburuk.

Turki merupakan negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel, namun Erdogan menjadi pengkritik keras Tel Aviv dan telah mengizinkan para pemimpin Hamas berada di Istanbul.

Pada Agustus lalu, Israel membombardir sebuah pangkalan udara di wilayah Suriah bagian utara, dan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menuduh Turki berupaya membangun kehadiran militer di sana.

Ankara, di sisi lain, mengupayakan penerbitan peringatan Interpol terhadap Netanyahu atas tuduhan melakukan "genosida".

Katz, pada Rabu (16/9), mengatakan bahwa 70 persen wilayah Gaza telah dikosongkan dari penduduknya dan militer Israel siap untuk "menyelesaikan tugasnya agar kami juga dapat melaksanakan rencana migrasi".

Awal bulan ini, dia menyatakan bahwa Israel siap memindahkan warga Palestina keluar dari Gaza melalui jalur darat dan laut, tapi masih menunggu keputusan dari sekutu dekatnya, Amerika Serikat (AS).

Dikatakan Katz bahwa kedua negara yang bersekutu itu sedang membahas ke mana para penduduk Gaza akan dipindahkan. Dia menambahkan bahwa rencana migrasi itu bersifat sukarela.

Tonton juga video "Agresi Militer Israel Bikin 100 Ribu Anak Lebanon Tak Bisa Sekolah"

Halaman 2 dari 2
(nvc/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini