Uganda sedang digemparkan oleh terpilihnya seorang penyiar berita menjadi Raja baru untuk Kerajaan Tooro yang ada di negara Afrika Timur tersebut. Edward Rukidi Kijanangoma, yang berusia 56 tahun, merupakan sepupu dari Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV yang meninggal dunia bulan lalu.
Raja Oyo, yang sempat memegang gelar sebagai penguasa monarki termuda di dunia, meninggal dunia dalam usia 34 tahun bulan lalu, ketika menjalani perawatan medis di Amerika Serikat (AS) untuk penyakit kanker yang dideritanya.
Kepergian Raja Oyo, seperti dilansir The Guardian, Senin (14/9/2026), menyisakan konflik perebutan takhta yang sengit. Mendiang Raja Oyo diketahui tidak pernah menikah dan tidak diketahui memiliki anak.
Komite yang terdiri atas anggota klan Kerajaan Tooro mengumumkan pada Rabu (9/9) pekan lalu bahwa mereka telah memilih Kijanangoma, sepupu Raja Oyo, sebagai Raja yang baru untuk kerajaan tersebut.
Uganda dipimpin oleh seorang kepala negara yang dipilih dalam pemilu, tapi tetap mempertahankan sejumlah kerajaan yang telah ada sejak sebelum era kolonial Inggris. Kerajaan yang tersisa di Uganda dipandang sebagai benteng identitas dan warisan budaya tradisional negara tersebut.
Kijanangoma yang diumumkan sebagai Raja baru untuk Kerajaan Tooro, dikenal sebagai seorang penyiar berita dan editor di lembaga penyiaran negara UBC.
Menyusul pengumuman tersebut, keluarga inti mendiang Raja Oyo menyatakan bahwa anak laki-laki, yang selama ini tidak diketahui keberadaannya oleh publik, seharusnya menjadi penerus takhta sesuai dengan amanat dalam surat wasiatnya.
Keberadaan anak laki-laki itu baru diketahui ketika Perdana Menteri Kerajaan Tooro mengungkapkan dalam pernyataan mengenai kematian Raja Oyo bahwa sang raja memiliki seorang putra.
(nvc/ita)