×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Agu 2026 17:24 WIB
USS Theodore Roosevelt (dok. AFP/JESSICA PAULAUSKAS)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengerahkan satu kapal induk lagi ke kawasan Timur Tengah, saat perang melawan Iran terus berlarut-larut. Presiden AS Donald Trump memerintahkan agar Danau Ontario, yang terletak di perbatasan AS dan Kanada, diubah namanya menjadi "Danau Amerika".

Kapal induk USS Theodore Roosevelt dilaporkan akan berlayar dari San Diego di pantai barat AS ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa minggu mendatang, untuk misi pengerahan selama lebih dari tujuh bulan. Pengerahan ini dimaksudkan untuk menggantikan USS George Washington yang baru-baru ini dikerahkan ke kawasan tersebut.

Sementara itu, reaksi keras diberikan oleh Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, yang dengan tegas menolak langkah Trump tersebut. Carney menegaskan bahwa danau tersebut akan tetap disebut sebagai Danau Ontario "dulu, sekarang, dan selamanya".

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (28/8/2026):

- Satu Lagi Kapal Induk AS Dikerahkan ke Timur Tengah

Satu lagi kapal induk Amerika Serikat (AS) dikerahkan ke kawasan Timur Tengah, saat perang melawan Iran terus berlarut-larut. Pengerahan ini dimaksudkan untuk menggantikan kapal induk AS lainnya, USS George Washington, yang baru-baru ini dikerahkan ke kawasan tersebut.

Laporan US Naval Institute (USNI), seperti dilansir AFP, Jumat (28/8/2026), menyebutkan bahwa satuan tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt diperkirakan akan berlayar dari San Diego di pantai barat AS dalam beberapa minggu mendatang, untuk misi pengerahan selama lebih dari tujuh bulan,

USNI merupakan asosiasi militer swasta yang melakukan penelitian dan peliputan mengenai isu-isu keamanan nasional.

- Ratusan WN Asing Hilang Menyusul Banjir Bandang Nepal, Ini Daftarnya

Ratusan warga negara asing (WNA) yang kebanyakan sedang berwisata di Nepal dilaporkan hilang setelah banjir bandang dahsyat menerjang. Sebagian besar WNA yang hilang diidentifikasi berasal dari India, dengan puluhan lainnya berasal dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, hingga Australia.

Data resmi menyebutkan bahwa total sedikitnya 392 orang dikonfirmasi tewas akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China. Lebih dari 1.400 orang lainnya dilaporkan hilang setelah bencana itu melanda pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat.

Terjangan air dingin dan lumpur yang dahsyat, sejumlah saksi mata menyebutnya "bagaikan tsunami", meluluhlantakkan permukiman di bawah aliran lumpur pekat, menimbun rumah-rumah, menghancurkan jembatan dan bendungan, serta menyapu kendaraan-kendaraan.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork