Satu lagi kapal induk Amerika Serikat (AS) dikerahkan ke kawasan Timur Tengah, saat perang melawan Iran terus berlarut-larut. Pengerahan ini dimaksudkan untuk menggantikan kapal induk AS lainnya, USS George Washington, yang baru-baru ini dikerahkan ke kawasan tersebut.
Laporan US Naval Institute (USNI), seperti dilansir AFP, Jumat (28/8/2026), menyebutkan bahwa satuan tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt diperkirakan akan berlayar dari San Diego di pantai barat AS dalam beberapa minggu mendatang, untuk misi pengerahan selama lebih dari tujuh bulan,
USNI merupakan asosiasi militer swasta yang melakukan penelitian dan peliputan mengenai isu-isu keamanan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
USS Theodore Roosevelt ini, menurut laporan USNI, akan menggantikan USS George Washington, yang sebelumnya dikerahkan dari Jepang dan tiba di Timur Tengah pekan lalu.
USS George Washington hanya dikerahkan sebentar di kawasan tersebut untuk menggantikan kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, yang menjadi sorotan menyusul laporan media mengenai kondisi memprihatinkan dan bahkan adanya upaya bunuh diri di kalangan awaknya.
Kontroversi dan kritikan menyelimuti USS Abraham Lincoln yang menjalani misi pengerahan sangat lama, yakni sejak November 2025 lalu. Kapal induk AS itu dilaporkan mengalami masalah logistik dan kondisi mental para awak memicu kekhawatiran, setelah ratusan hari berlayar tanpa singgah atau transit di pelabuhan.
Otoritas militer AS, termasuk Menteri Angkatan Laut, menepis kekhawatiran yang muncul.
Setelah dibebaskan dari tugas di Timur Tengah, USS Abraham Lincoln saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke Thailand untuk singgah di pelabuhan setempat pekan depan bagi 5.000 awak kapalnya.
Dalam laporannya pada Rabu (26/8), USNI mengutip sejumlah pejabat senior AS, termasuk Kepala Operasi Angkatan Laut AS, Laksamana Daryl Claudle, yang menyebutkan bahwa Angkatan Laut berupaya meringankan beban para pelaut dan keluarga mereka yang menghadapi masa penugasan terlama dalam beberapa dekade terakhir.
Pentagon atau Departemen Pertahanan AS belum memberikan tanggapan langsung atas laporan tersebut.
AS telah menyiagakan kapal induk di Laut Arab untuk misi serangan terhadap Iran, sejak negara itu bersama sekutunya, Israel, mengobarkan perang pada akhir Februari lalu. Washington juga memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di tengah perselisihan terkait kendali atas Selat Hormuz.
Pengerahan USS George Washington dari Jepang baru-baru ini berarti saat ini tidak ada kapal induk AS yang siaga di kawasan Pasifik, wilayah di mana AS biasanya menyiagakan kapal untuk menangkal China.
Simak juga Video 'Perang Mulut, PM Ontario Sebut Trump Pecundang, Diktator, Raja Bangkrut':










































