5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 14 Agu 2026 16:36 WIB
Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (Foto: Reuters)
Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (Foto: Reuters)
Jakarta -

Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer menyerukan pemecatan segera Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth, yang disebutnya "sama sekali tidak kompeten". Seruan ini disampaikan di tengah laporan tentang kondisi sulit yang dihadapi para personel militer di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.

"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten," kata Schumer dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dilansir Anadolu Agency, Jumat (14/8/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (14/8/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Panas! Drone Houthi Hantam Kilang Minyak Aramco di Arab Saudi

Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap sebuah kilang minyak Aramco di wilayah Arab Saudi bagian selatan. Houthi menyebut serangannya itu merespons pelanggaran kedaulatan Yaman, yang menjadi markas kelompok tersebut, oleh Saudi.

Laporan kantor berita yang berafiliasi dengan Houthi, Saba, seperti dilansir AFP, Jumat (14/8/2026), menyebutkan bahwa dua drone Houthi telah diluncurkan ke sebuah kilang minyak Aramco di wilayah Jizan, Saudi.

Serangan drone Houthi itu diklaim berhasil menghantam target di kilang minyak Saudi tersebut.

- AS Bantah 7 Tentara Tewas Berkelahi di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Komando militer Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas Timur Tengah, CENTCOM, membantah laporan bahwa tujuh tentara tewas berkelahi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.

Bantahan itu disampaikan dalam unggahan di media sosial X, dilansir media CGTN, Jumat (14/8/2026).

"Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tulis CENTCOM.

- Wapres AS Sebut Nuklir Iran Bukan Lagi Prioritas AS, Terus Apa?

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa program nuklir Iran kini tidak lagi menjadi prioritas utama AS dalam perang. Vance menyebut bahwa menurunkan harga bahan bakar untuk konsumen Amerika kini menjadi prioritas utama AS.

Sebelumnya, mencegah Iran memiliki senjata nuklir secara konsisten disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai alasan utamanya memulai perang.

Namun Vance dalam wawancara terbaru dengan media AS, Fox News, seperti dilansir AFP, Jumat (14/8/2026), mengatakan bahwa program nuklir Iran kini menjadi prioritas kedua dibandingkan memulihkan kelancaran arus minyak melalui Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang terdampak perang.

- AS Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah untuk Gantikan USS Abraham Lincoln

Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan kapal induk USS George Washington ke perairan Timur Tengah beberapa waktu terakhir. Pengerahan ini dimaksudkan untuk menggantikan kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah menjalani misi pengerahan panjang di Timur Tengah, selama perang melawan Iran berkecamuk.

Informasi ini, seperti dilansir Al Arabiya dan Eurasia Business News, Jumat (14/8/2026), terungkap dalam pernyataan terbaru Angkatan Laut AS dan informasi open-source mengenai pergerakan kapal induk AS tersebut.

USS George Washington, yang berbasis di Pasifik, menurut pernyataan Angkatan Laut AS, telah mulai bergerak menuju ke kawasan Timur Tengah.

- Heboh Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Senator AS Desak Menhan Dipecat!

Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer menyerukan pemecatan segera Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth, yang disebutnya "sama sekali tidak kompeten". Seruan ini disampaikan di tengah laporan tentang kondisi sulit yang dihadapi para personel militer di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.

"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten," kata Schumer dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dilansir Anadolu Agency, Jumat (14/8/2026).

"Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat," imbuh senator dari Partai Demokrat itu.

Tonton juga video "1 WNI Tewas Usai Diserang Houthi di Selat Bab el-Mandeb"

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait