Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer menyerukan pemecatan segera Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth, yang disebutnya "sama sekali tidak kompeten". Seruan ini disampaikan di tengah laporan tentang kondisi sulit yang dihadapi para personel militer di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.
"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten," kata Schumer dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dilansir Anadolu Agency, Jumat (14/8/2026).
"Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat," imbuh senator dari Partai Demokrat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataannya ini muncul menyusul laporan tentang meningkatnya ketegangan di antara para pelaut di kapal induk USS Abraham Lincoln setelah berbulan-bulan di laut, perpanjangan penugasan berulang kali, dan operasi berkelanjutan di tengah perang melawan Iran.
Setidaknya dua pelaut dilaporkan mencoba bunuh diri dengan melompat ke laut tapi berhasil dicegah, sementara satu lagi sempat jatuh ke laut dan diselamatkan.
Para awak kapal juga dilaporkan menghadapi kekurangan persediaan dasar, masalah sanitasi, gangguan pengiriman surat, dan penjatahan makanan yang ketat selama penugasan yang berkepanjangan.
Hegseth membantah keterangan para pelaut tersebut, mengatakan bahwa deskripsi kondisi di atas kapal induk telah "sepenuhnya disalahartikan."
Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat telah menuntut adanya penyelidikan tentang kondisi di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal induk ini menjadi salah satu kapal induk canggih AS yang dikerahkan selama perang melawan Iran berkecamuk.
Hal ini disampaikan menyusul laporan tentang kekurangan makanan, kerusakan pipa, dan krisis kesehatan mental selama penugasan kapal induk yang memecahkan rekor terlama tersebut.
Dilansir kantor berita AFP, dalam surat kepada Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth pada hari Rabu (12/8) waktu setempat, Senator Richard Blumenthal meminta Angkatan Laut untuk menjelaskan kondisi di atas kapal induk tersebut, yang "telah ditugaskan lebih dari 250 hari tanpa berlabuh selama lebih dari 200 hari, memecahkan rekor hari berturut-turut di laut."
Blumenthal menyuarakan keprihatinannya atas penugasan yang berkepanjangan tersebut. Dia menyoroti adanya "laporan luas tentang kekurangan pasokan kebutuhan dasar, kontaminasi air, masalah pipa, memburuknya kesehatan mental, masalah keselamatan dek dan masalah lain di atas Lincoln."
USS Abraham Lincoln berangkat dari San Diego, California pada 21 November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan dan dialihkan ke Timur Tengah, sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Dalam dua pertemuan baru-baru ini, para anggota keluarga berselisih dengan pimpinan Angkatan Laut mengenai kondisi sulit, termasuk kekurangan makanan, yang dihadapi oleh 5.000 pelaut dan Marinir di atas Lincoln. Mereka juga menuntut untuk mengetahui kapan orang-orang terkasih mereka akan kembali ke rumah, lapor MSNOW.
Lihat juga Video Menhan AS Pete Hegseth Bantah Laporan Kondisi Buruk Awak USS Lincoln










































