Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh pemerintahan Israel pimpinan Benjamin Netanyahu berupaya untuk "menghapus Palestina" dari agenda dunia.
"Tujuan pemerintah Netanyahu adalah untuk menghapus Palestina dari agenda bersama umat manusia dengan mengambil keuntungan dari kekacauan dan konflik baru di kawasan ini," kata Erdogan dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina, Mahmoud Abbas yang berkunjung ke Turki, dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/8/2026).
"Apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak akan berhasil. Perjuangan Palestina akan terus tumbuh di hati masyarakat sementara mereka mencoba menghancurkannya," ujar Erdogan, seraya bersumpah bahwa Turki akan terus berjuang untuk pendirian negara Palestina.
Sebagai pendukung kuat perjuangan Palestina, Erdogan telah berulang kali mengecam pemerintahan Netanyahu. Dia menuduh perdana menteri Israel itu melakukan "genosida" di Gaza dan menerapkan kebijakan ekspansionis di Tepi Barat, Lebanon, Suriah, dan sekitarnya.
Abbas tiba di Ankara, Turki pada hari Selasa (11/8) lalu didampingi oleh penasihat diplomatiknya Majdi Khalidi, kepala intelijen Majed Faraj, dan pejabat senior Palestina, Ziad Abu Amr.
Ia bertemu Erdogan pada hari Rabu (12/8), dan keduanya membahas perkembangan di kawasan tersebut, dalam pembicaraan yang disebut oleh pemimpin Palestina itu sebagai "penting dan bermanfaat."
Bulan lalu, Abbas, 90 tahun, mengatakan pemilihan legislatif Palestina akan berlangsung pada 28 November, diikuti oleh pemilihan presiden awal tahun depan.
(ita/ita)