Jumlah tentara Yaman yang tewas dalam serangan mematikan kelompok pemberontak Houthi bertambah menjadi sedikitnya 45 personel. Pemerintah Yaman yang diakui internasional, bersumpah akan membalas serangan Houthi pada "waktu yang tepat".
Kementerian Pertahanan Yaman dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (7/8/2026), mengatakan bahwa Houthi melancarkan "serangan berbahaya" menggunakan rudal balistik dan drone yang menargetkan kamp dan unit angkatan bersenjata di Marib dan Hadramawt.
"Kami akan merespons agresi Houthi di tempat dan waktu yang tepat," tegas Kementerian Pertahanan Yaman.
Menurut keterangan sumber-sumber militer Yaman yang berbicara kepada Al Arabiya English, sedikitnya 45 (sebelumnya diberitakan 17) tentara pemerintah Yaman tewas dalam serangan Houthi.
Sumber-sumber itu juga mengatakan bahwa 80 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, dan kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit yang ada di Marib dan Seiyun.
Laporan media-media lokal sebelumnya menyebutkan bahwa serangan Houthi itu menargetkan pasukan pemerintah Yaman di area Marib dan Hadramawt.
Kelompok Houthi, yang didukung Iran, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.
(nvc/ita)