Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat mungkin akan segera menyerang Gunung Pickaxe di Iran.
Gunung Pickaxe, yang terletak di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang rusak parah akibat serangan AS sebelumnya, memiliki dua kompleks terowongan bawah tanah. Gunung itu disebut-sebut sebagai lokasi rahasia penyimpanan nuklir Iran. Pemerintah Iran telah membantah adanya aktivitas terkait nuklir di gunung tersebut.
"Kita mungkin akan menyerang Pickaxe segera. AS mengetahui semua orang yang bergerak di Pickaxe dan di seluruh Iran," ujar Trump, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (5/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga mengatakan bahwa perang Iran adalah "masalah kecil" bagi Amerika Serikat. Hal ini disampaikannya pada hari Jumat (4/9) waktu setempat, sehari setelah Wakil Presiden JD Vance mengatakan dia tidak akan menyebut konflik itu sebagai perang.
"Banyak orang tidak menyebutnya perang. Saya menyebutnya konflik militer karena itu masalah kecil bagi kita. Itu bukan hal besar. Kita sudah menangani Venezuela, dan kita sudah menangani ini," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang komentar Vance, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/9/2026).
Perang AS dengan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan, telah menewaskan 18 tentara AS dan ribuan warga Iran. Negosiasi untuk mengakhiri perang kini mengalami kebuntuan, sementara Teheran mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur perairan vital dunia.
Namun, dengan kenaikan harga bahan bakar yang berpotensi membuat Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres AS dalam pemilu sela November mendatang, pemerintahannya berupaya mengecilkan dampak konflik tersebut.
Trump mengatakan AS melakukan "serangan berkala", tetapi menegaskan bahwa "kita tidak sedang berperang saat ini".
Ia kembali menyampaikan klaim bahwa Amerika Serikat secara efektif menguasai Selat Hormuz dan telah menghancurkan kekuatan militer Iran.
"Apa yang telah kami lakukan sungguh luar biasa. Kami mengambil alih Venezuela dan pada dasarnya kami telah mengambil alih Iran," kata Trump.
Ketika didesak mengenai penyebutan perang tersebut sebagai "hal kecil" sementara 18 personel militer AS tewas, Trump pun membandingkan perang Iran dengan perang AS selama bertahun-tahun di Vietnam dan Afghanistan.
"Saya rasa tidak penting apa sebutannya. Yang penting adalah fakta bahwa kita telah meraih keberhasilan besar. Kita telah menghentikan Iran memiliki senjata nuklir," ujarnya.
Tonton juga video "Lubang Besar di Atap, Bukti Kejamnya Serangan AS ke Warga Sipil Iran"










































