Tentaranya Tewas Dihantam Rudal-Drone, Yaman Bersumpah Balas Houthi!

Tentaranya Tewas Dihantam Rudal-Drone, Yaman Bersumpah Balas Houthi!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Agu 2026 11:45 WIB
Tentara Yaman mengoperasikan senapan mesin di atas truk patroli militer (dok. REUTERS/File Photo)
Tentara Yaman mengoperasikan senapan mesin di atas truk patroli militer (dok. REUTERS/File Photo)
Sanaa -

Jumlah tentara Yaman yang tewas dalam serangan mematikan kelompok pemberontak Houthi bertambah menjadi sedikitnya 45 personel. Pemerintah Yaman yang diakui internasional, bersumpah akan membalas serangan Houthi pada "waktu yang tepat".

Kementerian Pertahanan Yaman dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (7/8/2026), mengatakan bahwa Houthi melancarkan "serangan berbahaya" menggunakan rudal balistik dan drone yang menargetkan kamp dan unit angkatan bersenjata di Marib dan Hadramawt.

"Kami akan merespons agresi Houthi di tempat dan waktu yang tepat," tegas Kementerian Pertahanan Yaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan sumber-sumber militer Yaman yang berbicara kepada Al Arabiya English, sedikitnya 45 (sebelumnya diberitakan 17) tentara pemerintah Yaman tewas dalam serangan Houthi.

Sumber-sumber itu juga mengatakan bahwa 80 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut, dan kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit yang ada di Marib dan Seiyun.

Laporan media-media lokal sebelumnya menyebutkan bahwa serangan Houthi itu menargetkan pasukan pemerintah Yaman di area Marib dan Hadramawt.

Kelompok Houthi, yang didukung Iran, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa kelompoknya melancarkan operasi "skala besar" terhadap pasukan yang didukung Arab Saudi di sejumlah area, seperti Al-Ruwaik, Al-Abr, dan Al-Thaniyah, juga di sejumlah kamp militer lainnya.

Saree menyebut serangan-serangan itu melibatkan sejumlah besar rudal balistik dan drone.

Serangan ini terjadi di tengah pertempuran sporadis di berbagai garis depan konflik di wilayah Yaman sejak awal Juli lalu, yang telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan korban luka di kedua belah pihak.

Situasi pertempuran di Yaman relatif mereda sejak April 2022 setelah gencatan senjata diumumkan. Namun baru-baru ini, Houthi kembali aktif melancarkan serangan-serangannya, terutama menargetkan Saudi, sejak perang Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran meluas.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait