5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 07 Agu 2026 17:04 WIB
Rudal milik kelompok Houthi di Yaman (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)
Rudal milik kelompok Houthi di Yaman (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)
Jakarta -

Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi bagian selatan, yang menyebabkan 11 orang luka-luka. Ini menjadi jumlah korban terbanyak di wilayah Saudi selama negara itu berkonflik dengan Houthi lebih dari empat tahun terakhir.

Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran, meningkatkan serangan terhadap Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional sejak bulan lalu. Hal ini merupakan bentuk dukungan Houthi untuk Teheran yang berperang melawan Amerika Serikat (AS).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (7/8/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Abaikan MA, Trump Teken Aturan Batasi Hak Kewarganegaraan Otomatis

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif pada Kamis (6/8) waktu setempat, dalam upaya terbarunya membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran atau hak kewarganegaraan otomatis, yang juga disebut birthright citizenship.

Langkah ini tetap diambil oleh Presiden AS tersebut, meskipun ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak upaya serupa yang dilakukan Trump sebelumnya.

Perintah eksekutif terbaru ini juga dipandang sebagai upaya Trump untuk kembali menantang ketentuan dalam Konstitusi AS, yang menjamin hak kewarganegaraan bagi setiap orang yang lahir di negara adidaya tersebut.

- Kocak, Politisi Selandia Baru Ikut Rapat Daring dari Kamar Mandi

Seorang politisi Selandia Baru menimbulkan kehebohan karena mengikuti rapat dewan kota secara virtual dari kamar mandinya, dengan cucian yang tergantung di latar belakangnya. Ditambah lagi ada sesosok bayangan yang terlihat berdiri di dalam shower.

Tingkah kocak dari anggota Dewan Kota Dunedin, Jo Galer tersebut memicu tawa dari koleganya, ketika dia bergabung ke rapat Dewan Kota pada hari Senin (3/8) lalu.

"Anda mungkin perlu memindahkan kamera Anda," kata Wali Kota Sophie Barker kepadanya dalam video rapat yang diunggah ke YouTube dan telah ditonton ribuan kali.

- Tentaranya Tewas Dihantam Rudal-Drone, Yaman Bersumpah Balas Houthi!

Jumlah tentara Yaman yang tewas dalam serangan mematikan kelompok pemberontak Houthi bertambah menjadi sedikitnya 45 personel. Pemerintah Yaman yang diakui internasional, bersumpah akan membalas serangan Houthi pada "waktu yang tepat".

Kementerian Pertahanan Yaman dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (7/8/2026), mengatakan bahwa Houthi melancarkan "serangan berbahaya" menggunakan rudal balistik dan drone yang menargetkan kamp dan unit angkatan bersenjata di Marib dan Hadramawt.

"Kami akan merespons agresi Houthi di tempat dan waktu yang tepat," tegas Kementerian Pertahanan Yaman.

- 1.260 Pilot Malaysia Airlines Wajib Tes Narkoba Usai Penangkapan di Soetta

Seluruh pilot maskapai Malaysia Airlines diwajibkan melakukan tes narkoba, menyusul penangkapan salah satu kopilot maskapai tersebut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) karena kedapatan menyelundupkan ekstasi.

Tes narkoba ini, seperti dilansir The Star, Jumat (7/8/2026), diumumkan oleh Malaysian Aviation Group (MAG), induk perusahaan Malaysia Airlines, yang merupakan maskapai nasional Negeri Jiran. MAG menyebutnya sebagai bagian dari langkah-langkah yang diperketat terkait keselamatan dan kelayakan tugas.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (7/8), MAG mengumumkan bahwa fase pertama tes narkoba wajib itu telah dimulai dan diharapkan akan selesai dilakukan pada 15 Agustus mendatang.

- Mendidih! Houthi Gempur Arab Saudi, 11 Orang Luka-luka

Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi bagian selatan, yang menyebabkan 11 orang luka-luka. Ini menjadi jumlah korban terbanyak di wilayah Saudi selama negara itu berkonflik dengan Houthi lebih dari empat tahun terakhir.

Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran, meningkatkan serangan terhadap Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional sejak bulan lalu. Hal ini merupakan bentuk dukungan Houthi untuk Teheran yang berperang melawan Amerika Serikat (AS).

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi untuk memerangi Houthi, Jenderal Turki al-Maliki, dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Saudi, seperti dilansir AFP, Jumat (7/8/2026), mengatakan bahwa sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka akibat serangan Houthi pada Kamis (6/8) malam waktu setempat.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait