5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 17:39 WIB
Kim Yo Jong (Foto: AFP PHOTO/YONHAP)
Kim Yo Jong (Foto: AFP PHOTO/YONHAP)
Jakarta -

Adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berkomentar sengit mengenai Jepang yang memperkuat militernya. Kim Yo Jong menuduh Jepang "bertransformasi menjadi negara perang" seiring Tokyo memperkuat posisi militernya di Pasifik.

Jepang secara bertahap menjauh dari status pasifisnya pasca Perang Dunia II, dengan meningkatkan pengeluaran militer, memperkuat pakta pertahanan, dan mengerahkan peluncur rudal ke pulau-pulau terluarnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (5/8/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Hormuz Tak Dibuka Segera

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka "segera". Trump mengancam bahwa Iran akan "dihantam sangat keras" jika selat vital tersebut tidak dibuka.

"Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik," kata Trump kepada media Fox News selama kunjungannya ke California. Dia menegaskan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama berbulan-bulan.

"Selat akan segera dibuka, atau mereka akan dihantam sangat keras dan kemudian Selat akan dibuka," kata Trump, dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/8/2026).

- AS Akan Tutup Konsulat di Medan, Kenapa?

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dilaporkan telah memberitahu Kongres AS bahwa mereka berencana untuk menutup lima misi diplomatik asing, termasuk Konsulat Jenderal AS di Medan, Indonesia. Ini merupakan pengurangan kehadiran diplomatik global Amerika yang jarang terjadi.

Dilansir kantor berita Reuters, Rabu (5/8/2026y), orang-orang yang mengetahui pemberitahuan tersebut mengatakan bahwa pemberitahuan itu telah dikirim ke beberapa komite kongres AS akhir pekan lalu. Dalam pemberitahuan itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka berencana untuk menutup pos-pos diplomatiknya di St. George's, Grenada; Nagoya, Jepang; Medan, Indonesia; Douala, Kamerun; dan Winnipeg, Kanada. Orang-orang yang mengetahui hal tersebut berbicara dengan syarat anonim karena pemberitahuan tersebut tidak dipublikasikan.

- Bersiap Hadapi Invasi China, Taiwan Gelar Latihan Perang Terbesar

Latihan militer terbesar Taiwan tahun ini dimulai pada hari Rabu (5/8), seiring pulau itu berupaya mempersiapkan penduduknya untuk menghadapi kemungkinan invasi China.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/8/2026), para pejabat pertahanan Taiwan mengatakan, latihan tahunan "Han Kuang" ini menampilkan skenario pertempuran bagi pasukan dan pasukan cadangan untuk berlatih menanggapi serangan di pulau itu. Latihan perang ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 14 Agustus ini.

Warga sipil juga akan diuji kemampuannya selama latihan yang mencakup perlambatan sementara kecepatan internet seluler serta latihan serangan udara.

- 6.000 PNS Thailand Terancam Dipecat karena Curang Saat Ujian Masuk

Menteri Dalam Negeri Thailand, Worasit Liangprasit, mengatakan bahwa terungkapnya kecurangan dalam ujian penerimaan pegawai negeri akan menyebabkan nyaris 6.000 pegawai pemerintah daerah kehilangan pekerjaan mereka bulan ini.

Worasit, seperti dilansir Bangkok Post, Rabu (5/8/2026), menyebut tepatnya ada 5.925 pegawai pemerintah daerah yang akan kehilangan pekerjaan mereka.

Worasit mengatakan bahwa komite yang menyelidiki ujian tersebut dan manajemen pejabat administrasi daerah akan menggelar rapat pada Rabu (5/8) dan Kamis (6/8) waktu setempat. Dia menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah akan bertindak cepat untuk mencopot para pelaku kecurangan ujian dari jabatan mereka.

- Jepang Perkuat Militernya, Adik Kim Jong Un Murka!

Adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berkomentar sengit mengenai Jepang yang memperkuat militernya. Kim Yo Jong menuduh Jepang "bertransformasi menjadi negara perang" seiring Tokyo memperkuat posisi militernya di Pasifik.

Jepang secara bertahap menjauh dari status pasifisnya pasca Perang Dunia II, dengan meningkatkan pengeluaran militer, memperkuat pakta pertahanan, dan mengerahkan peluncur rudal ke pulau-pulau terluarnya.

Menteri Pertahanan Jepang mengatakan pada hari Selasa, bahwa militer perlu ditingkatkan dengan "rasa urgensi dan krisis", seiring penilaian pemerintah memperingatkan tentang meningkatnya ancaman dari China, Rusia, dan Korea Utara.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Tendangan Kungfu di Piala Soeratin-Staf KPK Kena OTT

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait