Menteri Dalam Negeri Thailand, Worasit Liangprasit, mengatakan bahwa terungkapnya kecurangan dalam ujian penerimaan pegawai negeri akan menyebabkan nyaris 6.000 pegawai pemerintah daerah kehilangan pekerjaan mereka bulan ini.
Worasit, seperti dilansir Bangkok Post, Rabu (5/8/2026), menyebut tepatnya ada 5.925 pegawai pemerintah daerah yang akan kehilangan pekerjaan mereka.
Worasit mengatakan bahwa komite yang menyelidiki ujian tersebut dan manajemen pejabat administrasi daerah akan menggelar rapat pada Rabu (5/8) dan Kamis (6/8) waktu setempat. Dia menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah akan bertindak cepat untuk mencopot para pelaku kecurangan ujian dari jabatan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Worasit menggambarkan praktik kecurangan ini sebagai kasus korupsi terbesar di Thailand. Sekitar 10.000 orang, ujar Worasit, terlibat dalam operasi tersebut, yang terbongkar pada Juni lalu.
Fokus utama penyelidikan ini adalah ujian rekrutmen untuk Departemen Administrasi Daerah tahun 2025. Departemen tersebut telah menunjuk Univestitas Srinakharinwirot, yang merupakan universitas terkemuka di Thailand, untuk menyelenggarakan ujian tersebut.
Lebih dari 400.000 kandidat bersaing untuk memperebutkan 6.669 lowongan.
Pihak penyidik menduga adanya jaringan yang telah mengumpulkan dana lebih dari 4 miliar Baht (Rp 2,1 triliun) dari para pelamar yang menginginkan jaminan penempatan kerja.
Saat membahas kasus ini pada Senin (3/8), Komisioner Biro Investigasi Pusat (CIB) Letnan Jenderal Polisi Nathasak Chaowanasai mengatakan bahwa polisi telah menetapkan status tersangka terhadap 13 orang, dengan lima tersangka di antaranya telah mengakui tuduhan tersebut,
Salah satu tersangka merupakan seorang pejabat senior dari Universitas Srinakharinwirot.










































