Jepang Perkuat Militernya, Adik Kim Jong Un Murka!

Jepang Perkuat Militernya, Adik Kim Jong Un Murka!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 11:49 WIB
Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong (Foto: Yonhap via REUTERS)
Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong (Foto: Yonhap via REUTERS)
Jakarta -

Adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berkomentar sengit mengenai Jepang yang memperkuat militernya. Kim Yo Jong menuduh Jepang "bertransformasi menjadi negara perang" seiring Tokyo memperkuat posisi militernya di Pasifik.

Jepang secara bertahap menjauh dari status pasifisnya pasca Perang Dunia II, dengan meningkatkan pengeluaran militer, memperkuat pakta pertahanan, dan mengerahkan peluncur rudal ke pulau-pulau terluarnya.

Menteri Pertahanan Jepang mengatakan pada hari Selasa, bahwa militer perlu ditingkatkan dengan "rasa urgensi dan krisis", seiring penilaian pemerintah memperingatkan tentang meningkatnya ancaman dari China, Rusia, dan Korea Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Korea Utara, Kim Yo Jong mengatakan bahwa "kepemimpinan Pyongyang akan menyiapkan opsi militer tambahan yang jelas disebabkan oleh transformasi Jepang tersebut".

"Jepang, negara penjahat perang, mempercepat transformasinya menjadi negara perang," kata Kim dalam pernyataannya yang diterbitkan oleh kantor berita Korut, KCNA, dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/8/2026).

Kim pun menyinggung soal uji tembak rudal jelajah jarak jauh Tomahawk yang baru-baru ini dilakukan Tokyo, dan partisipasinya pada bulan Mei dalam latihan militer yang dipimpin Amerika Serikat di Filipina sebagai bukti dukungan Washington terhadap "langkah-langkah militer berbahaya" di Pasifik.

Tokyo bergerak "untuk merumuskan kemampuan serangan pendahuluan," katanya. "Kita tidak akan pernah menjadi pengamat pasif terhadap evolusi militer Jepang yang dapat menimbulkan ancaman serius," cetusnya.

"Jika keturunan militerisme, yang telah mewarisi gen kelicikan dan agresi, telah merebut senjata mematikan di tangan mereka, sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi," cetus Kim.

Diketahui bahwa Jepang menduduki seluruh Korea sebelum menyerah pada tahun 1945 dalam Perang Dunia II. Setelah itu semenanjung Korea tersebut dibagi menjadi negara Korea Utara dan Korea Selatan.

Jepang telah menjadi tuan rumah pangkalan militer AS sejak menyerah dalam Perang Dunia II.

Negara tersebut meningkatkan pengeluaran militernya sebesar 9,7 persen menjadi US$62,2 miliar pada tahun 2025 -- setara dengan 1,4 persen dari PDB, tertinggi sejak tahun 1958.

China -- sekutu utama Korea Utara -- juga baru-baru ini menyatakan kekhawatiran atas apa yang mereka anggap sebagai "militerisme baru" oleh Jepang.

Hubungan memburuk sejak Perdana Menteri baru Jepang yang berhaluan keras, Sanae Takaichi, berkomentar pada bulan November lalu, yang menyebutkan bahwa tindakan China untuk merebut Taiwan dapat memicu reaksi dari militer Jepang.

Beijing telah lama mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan tidak mengesampingkan kemungkinan merebutnya dengan kekerasan.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait