5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 15 Jul 2026 16:52 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Evan Vucci)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Evan Vucci)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa memungut biaya atau tarif di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang penting bagi pasokan minyak dan gas global.

Penegasan itu disampaikan Trump setelah dia membatalkan pemberlakuan tarif 20 persen untuk setiap muatan kargo yang dibawa melintasi Selat Hormuz.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (15/7/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Momen Trump Puji PM Irak Muda dan Tampan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi 'muda dan tampan' dalam pertemuan mereka di Gedung Putih pada hari Selasa (14/7) waktu setempat. Trump pun mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengejar perjanjian energi dan perdagangan besar dengan Irak, termasuk impor minyak.

Berbicara dengan wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan, "Irak memiliki potensi yang luar biasa karena minyak mereka... dan kita akan melakukan banyak kesepakatan. Kita akan menciptakan banyak lapangan kerja untuk kedua negara, dan kita akan mengekstraksi banyak minyak."

"Banyak minyak yang diekstraksi, dan perusahaan-perusahaan Amerika yang melakukannya -- sebagian besar perusahaan Amerika sekarang," ujar Trump.

- Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara

Tujuh tentara Iran dilaporkan tewas setelah serangan rudal Amerika Serikat menghantam sebuah barak militer di kota Bampur, dekat kota Iranshahr, tenggara Iran, pada Rabu (15/7) dini hari waktu setempat. Sementara itu, lebih dari 30 warga sipil Iran tewas dalam serangan AS baru-baru ini di seluruh wilayah selatan negara itu.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/7/2026), menurut pernyataan dari Angkatan Darat Iran yang dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRNA, 13 rudal menghantam barak tersebut, menargetkan fasilitas akomodasi, wisma tamu, dan pos penjagaan dalam "upaya untuk menimbulkan banyak korban."

Secara terpisah, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani menuliskan di media sosial X, bahwa lebih dari 30 warga sipil telah tewas dalam rentetan serangan AS yang menargetkan wilayah selatan negara itu dalam beberapa hari terakhir.

- Iran Gempur Yordania, Pangkalan Jet Tempur F-18 AS Jadi Sasaran

Militer Iran menyatakan bahwa mereka telah melancarkan gelombang ketujuh serangan drone terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Tasnim, militer Iran mengatakan bahwa serangan itu menargetkan pangkalan jet tempur F-18, bangunan akomodasi, dan hanggar peralatan besar yang digunakan oleh pasukan AS di Pangkalan Udara Azraq, Yordania. Tidak disebutkan mengenai kerusakan maupun ada tidaknya korban dalam serangan itu.

Dilansir Anadolu Agency, Rabu (15/7/2026), militer Iran mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan mereka terhadap pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

- Netanyahu Wanti-wanti Iran Tidak Serang Israel!

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan pembalasan terhadap Iran akan "jauh lebih dahsyat", jika Israel diserang terlebih dahulu. Netanyahu berjanji akan memberikan "pukulan telak" terhadap Teheran.

"Saya akan mengatakan hal ini kepada para pemimpin Iran: Jangan mengharapkan keadaan tetap tenang, jika kalian menyerang kami," kata Netanyahu dalam saat menghadiri sebuah konferensi di Dimona, Israel, seperti dilansir AFP, Rabu (15/7/2026).

Dimona yang terletak di Israel bagian selatan itu merupakan lokasi fasilitas yang secara resmi diperuntukkan bagi penelitian nuklir, namun secara luas diyakini menyimpan persenjataan nuklir Israel yang tidak pernah diumumkan secara terbuka.

- Tarif 20% Batal, Trump: Tak Ada yang Bisa Pungut Biaya Selat Hormuz!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa memungut biaya atau tarif di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang penting bagi pasokan minyak dan gas global.

Penegasan itu disampaikan Trump setelah dia membatalkan pemberlakuan tarif 20 persen untuk setiap muatan kargo yang dibawa melintasi Selat Hormuz.

Ancaman tarif 20 persen itu dilontarkan Trump saat AS dan Iran kembali saling serang menyusul rentetan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang didalangi oleh Teheran.

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: AS-Iran Perang Lagi, Piala Dunia Terakhir Ronaldo

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait