Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi 'muda dan tampan' dalam pertemuan mereka di Gedung Putih pada hari Selasa (14/7) waktu setempat. Trump pun mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengejar perjanjian energi dan perdagangan besar dengan Irak, termasuk impor minyak.
Berbicara dengan wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan, "Irak memiliki potensi yang luar biasa karena minyak mereka... dan kita akan melakukan banyak kesepakatan. Kita akan menciptakan banyak lapangan kerja untuk kedua negara, dan kita akan mengekstraksi banyak minyak."
"Banyak minyak yang diekstraksi, dan perusahaan-perusahaan Amerika yang melakukannya -- sebagian besar perusahaan Amerika sekarang," ujar Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir TRT World, Rabu (15/7/2026), Trump mengatakan bahwa PM Irak tersebut telah meraih kemenangan pemilu, menandai transisi signifikan bagi pemerintahan negara dan kemitraan internasionalnya. Trump juga menambahkan bahwa ia berperan dalam kemenangan pemilu al-Zaidi.
"Dia memenangkan pemilihan yang menurut banyak orang tidak mungkin dimenangkan oleh siapa pun kecuali kandidat lain -- yang, menurut pendapat saya, bukanlah orang yang baik dan tidak baik untuk Amerika atau Irak," kata Trump. Dia menambahkan, "Saya berperan dalam hal ini, dan sangat penting bagi saya bahwa orang yang tepatlah yang terpilih -- seseorang yang dapat melakukan pekerjaan itu dan melakukannya dengan baik."
Trump kemudian melanjutkan komentarnya mengenai penampilan pemimpin Irak itu, dengan mengatakan, "Dia pria muda... muda dan tampan. Itu tidak saya sukai. Saya tidak senang tentang itu."
Ruangan pun dipenuhi tawa mendengar komentar Trump tersebut.
Sementara al-Zaidi mengatakan kepada wartawan bahwa kunjungannya ke Washington "adalah pengumuman kemitraan ekonomi baru". Dia menekankan bahwa ia telah berbicara dengan Trump tentang kerangka waktu 30 September bagi pasukan AS untuk meninggalkan Irak.
"Pada tanggal 30 September, pasukan AS akan meninggalkan Irak, sementara perusahaan-perusahaan Amerika akan memasuki Irak. Hubungan kita sekarang didasarkan pada kerja sama ekonomi, bukan hubungan militer. Saya menyampaikan salam dari peradaban tertua di dunia kepada jantung ekonomi dan teknologi kawasan ini," katanya.
Simak juga Video PM Irak Minta Timnasnya untuk 'Bermain Tanpa Tekanan' di Piala Dunia











































