Tarif 20% Batal, Trump: Tak Ada yang Bisa Pungut Biaya Selat Hormuz!

Tarif 20% Batal, Trump: Tak Ada yang Bisa Pungut Biaya Selat Hormuz!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Jul 2026 10:31 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. AFP/MANDEL NGAN)
Presiden AS Donald Trump (dok. AFP/MANDEL NGAN)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada negara yang bisa memungut biaya atau tarif di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang penting bagi pasokan minyak dan gas global.

Penegasan itu disampaikan Trump setelah dia membatalkan pemberlakuan tarif 20 persen untuk setiap muatan kargo yang dibawa melintasi Selat Hormuz.

Ancaman tarif 20 persen itu dilontarkan Trump saat AS dan Iran kembali saling serang menyusul rentetan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang didalangi oleh Teheran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ingin mereka melakukan investasi besar-besaran di Amerika Serikat, bukannya memungut biaya. Dan saya sebenarnya menyukai hal tersebut, karena menurut saya, tidak seharusnya ada pihak yang memungut biaya untuk selat tersebut atau selat lainnya di mana pun yang melibatkan belahan dunia lainnya," kata Trump saat berbicara dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi di Gedung Putih, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (15/7/2026).

Trump mengatakan bahwa negara-negara Teluk telah mengisyaratkan kesediaan untuk meningkatkan investasi di AS, daripada mengandalkan pendapatan dari biaya transit.

"Negara-negara Teluk akan menanamkan investasi dalam jumlah sangat besar di AS, dan hal itu sangat memuaskan bagi saya. Menurut saya, itu justru jauh lebih baik," ucap Presiden AS tersebut.

Trump mengatakan bahwa dirinya telah berbicara dengan para pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

"Saya telah berbicara dengan mereka semua, dan mereka sangat ingin menginvestasikan lebih banyak modal di Amerika Serikat dalam jumlah yang memecahkan rekor, dan hal itu tentu sangat disambut baik. Dengan cara ini, tidak ada biaya tambahan. Saya tidak menyukai konsep adanya biaya semacam itu," ujarnya.

Trump berargumen bahwa tidak adil bagi AS untuk menanggung beban melindungi jalur pelayaran strategis yang digunakan oleh banyak negara di seluruh dunia, tanpa mendapatkan imbalan berupa manfaat ekonomi yang lebih luas.

"Tidak adil jika kita melindungi selat ini demi kepentingan seluruh dunia," kata Presiden AS tersebut.

Trump Batalkan Tarif 20% di Selat Hormuz, Ganti dengan Investasi

Trump sebelumnya mengumumkan pemberlakuan kembali "blokade Iran" dan mengancam akan mengenakan tarif, atau yang disebutnya "biaya penggantian", sebesar 20 persen untuk muatan kargo yang melintasi Selat Hormuz. Itu sebagai imbalan atas perlindungan militer AS di jalur perairan vital tersebut.

Namun tak lama setelah pengumuman itu, Trump via media sosial miliknya, Truth Social mengatakan bahwa dirinya mencabut ancaman tarif 20 persen, dan menggantinya dengan "kesepakatan perdagangan dan investasi" antara negara-negara Teluk dan AS.

"Berdasarkan pembicaraan yang sangat produktif dengan para pemimpin Timur Tengah, saya telah memutuskan untuk mengganti Biaya Penggantian 20% kepada Amerika Serikat dengan Kesepakatan Perdagangan dan Investasi yang akan dilakukan oleh berbagai negara Teluk di Amerika Serikat," ujarnya.

"Investasi tersebut akan berskala BESAR SEKALI, namun pada saat yang sama, sangat menguntungkan bagi mereka dan masa depan mereka," tandas Trump.

Simak juga Video: Trump Blokade Selat Hormuz-Pasang Tarif 20%: Kita Melindungi Qatar cs

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini