Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara

Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 15 Jul 2026 15:42 WIB
Ilustrasi rudal Amerika Serikat (Foto: REUTERS/U.S. Navy/Intelligence Specialist 1st Class Kenneth Moll/File Photo Purchase Licensing Rights)
Ilustrasi rudal Amerika Serikat (Foto: REUTERS/U.S. Navy/Intelligence Specialist 1st Class Kenneth Moll/File Photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Tujuh tentara Iran dilaporkan tewas setelah serangan rudal Amerika Serikat menghantam sebuah barak militer di kota Bampur, dekat kota Iranshahr, tenggara Iran, pada Rabu (15/7) dini hari waktu setempat. Sementara itu, lebih dari 30 warga sipil Iran tewas dalam serangan AS baru-baru ini di seluruh wilayah selatan negara itu.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/7/2026), menurut pernyataan dari Angkatan Darat Iran yang dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRNA, 13 rudal menghantam barak tersebut, menargetkan fasilitas akomodasi, wisma tamu, dan pos penjagaan dalam "upaya untuk menimbulkan banyak korban."

Secara terpisah, juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani menuliskan di media sosial X, bahwa lebih dari 30 warga sipil telah tewas dalam rentetan serangan AS yang menargetkan wilayah selatan negara itu dalam beberapa hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam serangan baru-baru ini di bagian selatan negara itu, lebih dari 30 warga sipil kehilangan nyawa mereka," tulis Mohajerani, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Pasukan AS telah kembali melakukan serangan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan negara itu.

Gencatan senjata rapuh pada 17 Juni antara kedua pihak telah runtuh, dengan fokusnya pada kendali atas Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Selasa (14/7), bahwa ia akan memperluas serangan AS terhadap Iran minggu depan untuk menargetkan pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak membuat kesepakatan.

Iran Bersumpah Akan Membalas

Meskipun skala serangannya besar, militer Iran mengatakan langkah-langkah pertahanan pasif telah membantu membatasi jumlah korban tewas. Militer Iran menyebutkan bahwa tujuh tentara yang tewas adalah anggota Brigade Iranshahr ke-388, sementara beberapa lainnya terluka dan sedang menerima perawatan medis.

Militer Iran mengutuk "serangan pengecut" terhadap fasilitas akomodasi militer dan bersumpah akan membalas.

"Pembalasan atas darah suci para martir ini pasti dan akan segera terjadi, dan Tentara Republik Islam Iran, dengan bantuan Tuhan dan dukungan dari angkatan bersenjata lainnya, akan memberikan respons yang tegas terhadap tindakan agresif musuh Amerika ini," kata militer Iran, dilansir Turkiye Today, Rabu (15/7/2026).

Serangan terbaru ini terjadi ketika ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat terkait Selat Hormuz. Kedua pihak saling serang meskipun ada Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang dimediasi Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik.

Simak juga Video Ditanya Sampai Kapan Serang Iran, Trump: Lanjut Hingga Kubilang Cukup

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait