Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berulang kali melontarkan pujian untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat tiba di Ankara, ibu kota Turki untuk menghadiri KTT NATO. Trump terang-terangan menyebut Erdogan sebagai pemimpin yang kuat dan tangguh.
Trump, seperti dilansir AFP, Rabu (8/7/2026), disambut secara pribadi oleh Erdogan di landasan bandara saat turun dari pesawat kepresidenan AS, Air Force One pada hari Selasa (7/7). Seremoni kenegaraan yang megah kemudian menyambut Trump, di mana pasukan berkuda putih mengawal iring-iringan kendaraan Trump menuju ke istana kepresidenan Turki.
Kunjungan Trump ini, menurut Reuters, menjadi kunjungan pertama seorang Presiden AS ke Turki dalam 11 tahun terakhir.
Pertemuan puncak ini berlangsung di tengah situasi yang penuh ketegangan bagi aliansi NATO yang sudah berusia 77 tahun tersebut, mengingat Trump kerap melontarkan kritikan keras terhadap sekutu-sekutu NATO dan Washington mulai menarik diri dari keterlibatan di Eropa.
Presiden AS ini kembali meluapkan kekecewaannya dengan NATO setibanya di Ankara. Namun, Trump juga melontarkan pujian untuk Erdogan yang menjamunya di istana kepresidenan Turki. Dia bahkan menyebut hubungan AS dan Turki belum pernah sebaik ini.
"Saya sangat kecewa dengan NATO. Terus terang, jika (KTT) ini tidak digelar di Turki, di mana sahabat saya ini merupakan sosok pemimpin sangat kuat dan tangguh, saya mungkin tidak akan hadir," kata Trump saat berbicara kepada wartawan istana kepresidenan Turki, dengan Erdogan duduk di sebelahnya.
"Ada chemistry yang terjalin di antara kami," ucap Presiden AS tersebut, memuji hubungannya dengan Erdogan.
Kehangatan ini menandai perubahan drastis dalam hubungan kedua negara, yang sebelumnya terasa renggang pada masa pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden. Para pejabat NATO pun berharap hubungan erat Trump dan Erdogan dapat membantu meredakan ketegangan yang dipicu oleh masalah terkait Iran.
(nvc/ita)