Trump Bakal ke Ankara, Netanyahu Desak AS Tidak Jual Jet F-35 ke Turki

Trump Bakal ke Ankara, Netanyahu Desak AS Tidak Jual Jet F-35 ke Turki

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 07 Jul 2026 04:30 WIB
President Donald Trump listens as Israels Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during an arrival at his Mar-a-Lago club, Monday, Dec. 29, 2025, in Palm Beach, Fla. (AP Photo/Alex Brandon)
Benjamin Netanyahu dan Donald Trump. (AP Photo/Alex Brandon)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mendesak Amerika Serikat (AS) untuk tidak menjual jet tempur F-35 atau komponennya ke Turki. Alasan Netanyahu, hal itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.

Dilansir AFP, Selasa (7/7/2026), Presiden AS Donald Trump akan melakukan perjalanan ke Ankara pada Senin (6/7) sore waktu AS, untuk menghadiri KTT NATO, dan kunjungannya dapat dilihat oleh Turki sebagai kesempatan untuk mengamankan akuisisi puluhan mesin jet dan potensi penerimaan kembali ke program jet tempur F-35.

Namun, Netanyahu memperingatkan bahwa akan menjadi kesalahan bagi Washington untuk memberi penghargaan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang menurut Netanyahu "secara terbuka menyerukan penghancuran Israel," dengan teknologi militer canggih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa mereka tidak seharusnya diberi F-35 atau mesin untuk jet tempur mereka, karena itu akan mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, yang pada akhirnya dijamin oleh superioritas udara Israel dan juga, saya pikir, oleh sikap Amerika di Timur Tengah," kata Netanyahu kepada acara pagi Fox News "Fox & Friends."

Ia menunjuk pada beberapa serangan verbal baru-baru ini oleh pejabat Turki terhadap Israel, termasuk oleh Menteri Luar Negeri Hakan Fidan, yang selama wawancara dengan CNN Turk pekan lalu menyebut Israel sebagai "masalah dunia" dan mengatakan "orang-orang ini telah menjadi beban yang tidak dapat lagi ditanggung oleh umat manusia."

Seperti yang dijelaskan Netanyahu kepada Fox, Fidan "mengatakan bahwa negara Yahudi tidak memiliki tempat di antara umat manusia--pada dasarnya negara itu harus dimusnahkan."

Bulan lalu, Trump berjanji untuk membuat Erdogan "sangat senang" ketika ditanya tentang upaya Turki untuk mendapatkan mesin jet F110 dan mendapatkan kembali akses ke program F-35.

Para analis mengatakan Turki ingin mendapatkan mesin baru tersebut untuk digunakan dalam proyek pesawat tempur siluman andalannya, KAAN, karena Ankara berupaya bergabung dengan klub eksklusif negara-negara yang memproduksi pesawat tempur generasi kelima, terutama Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.

Namun, pada tahun 2017, Turki memperoleh sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, sebuah langkah yang membuat Washington marah, yang kemudian mengeluarkan Turki dari program F-35 pada tahun 2019.

Netanyahu juga menegaskan kembali bahwa ia tetap menjadi sekutu dekat Trump, meskipun ada sedikit masalah dalam hubungan mereka dalam beberapa pekan terakhir terkait perang melawan Iran.

"Kami adalah sekutu terbaik," kata pemimpin Israel itu. "Hubungan saya dengan presiden baik-baik saja."

Netanyahu menegaskan kembali bahwa pertemuan dengan Trump di Washington masih dalam proses, tetapi mengatakan "kami belum menetapkan tanggalnya." Kedua pria itu terakhir bertemu pada bulan Februari di Gedung Putih, di mana Netanyahu dilaporkan mendesak Trump untuk melancarkan perang melawan Iran.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait