Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa perundingan untuk mencapai kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan dimulai jika "ancaman terus berlanjut".
Peringatan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan "menyelesaikan tugas" jika kesepakatan dengan Teheran gagal tercapai.
Aragchi dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (7/7/2026), mengingatkan AS bahwa negosiasi mengenai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika "ancaman terus berlanjut", dengan merujuk pada pasal 13 nota kesepahaman (MoU) yang telah diteken kedua negara.
"Pasal 13 MoU tersebut sudah jelas: Negosiasi mengenai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman-ancaman terus berlanjut," kata Araghchi dalam pernyataannya.
"Hormati tanda tangan Anda," ucapnya, yang ditujukan pada Trump.
MoU antara Iran dan AS itu, atau yang disebut MoU Islamabad, telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Masoud Pezeshkian dan Trump pada pertengahan Juni lalu.
Kesepakatan yang memuat 14 poin tersebut memulai periode diplomasi selama 60 hari, melalui perundingan tidak langsung antara kedua negara, dengan dimediasi Pakistan dan Qatar, yang bertujuan mencapai kesepakatan damai yang langgeng.
Peringatan Araghchi itu disampaikan beberapa jam setelah Trump memperingatkan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer jika diplomasi dengan Iran berujung kegagalan.
(nvc/ita)