Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran. Namun, dia juga memperingatkan bahwa Washington siap menggunakan kekuatan militer, jika diplomasi gagal.
Trump, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Selasa (7/7/2026), juga menegaskan kembali bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Penegasan terbaru ini disampaikan di tengah sikap menantang Iran saat prosesi pemakaman mendiang pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, berlangsung pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perundingan tidak langsung antara AS dan Iran diakhiri pekan lalu tanpa adanya tanda-tanda kemajuan menuju perdamaian abadi, meskipun gencatan senjata selama 60 hari masih diberlakukan untuk menciptakan ruang bagi diplomasi setelah aksi saling serang antara Teheran dan Washington.
"Kita akan mencapai kesepakatan atau kita akan menyelesaikan tugas itu. Oke, dan tidak akan sulit untuk menyelesaikan tugas itu," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (6/7).
"Saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan, karena saya tidak ingin memberikan dampak kepada 91 juta orang," ucap Presiden AS itu, merujuk pada total populasi Iran.
Trump kemudian memperingatkan bahwa AS memiliki kemampuan untuk menyerang infrastruktur Iran, jika diperlukan.
"Kita bisa menghancurkan jembatan-jembatan mereka dalam satu jam, kita bisa melumpuhkan pasokan energi mereka... Mereka tidak memiliki yang sekarang. Kita belum memberikan uang apa pun kepada mereka," ujarnya.
Lebih lanjut, Trump kembali menegaskan bahwa Teheran tidak diperbolehkan untuk memiliki senjata nuklir.
"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya tidak mengincar pergantian rezim," kata Trump.
Pejabat Iran Sebut Ancaman Trump 'Delusional'
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, dalam komentarnya menyebut ancaman terbaru yang dilontarkan Trump sebagai "delusional".
"Rakyat Iran tidak terbiasa dengan bahasa ancaman. Jadi, bicaralah kepada rakyat Iran dengan hormat, jika tidak, kami akan membalas dengan bahasa lainnya," kata Zolqadr dalam pernyataan yang dilaporkan media pemerintah Teheran.
Pernyataan terbaru Trump itu disampaikan setelah prosesi pemakaman Khamenei yang dipenuhi oleh lautan rakyat Iran, yang menunjukkan bahwa negara Syiah itu bukannya melemah akibat perang, tetapi malah tampak menantang, bersatu, dan bertekad untuk membentuk apa yang akan terjadi selanjutnya.
Lihat juga Video: Trump Klaim Perundingan Nuklir dengan Iran Berjalan Baik











































