Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengerahkan sebuah drone laut untuk menyelamatkan dua pilot helikopter Apache yang jatuh di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz. Penyelamatan ini menandai operasi pertama menggunakan sistem tanpa awak dan kecerdasan buatan (AI) oleh Angkatan Laut AS.
Keterlibatan drone laut Angkatan Laut AS dalam operasi penyelamatan di lautan itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (10/6/2026), diungkapkan oleh juru bicara Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, Kapten Tim Hawkins.
Hawkins mengatakan bahwa drone laut yang dilibatkan dalam operasi penyelamatan itu merupakan jenis Corsair yang diproduksi oleh Saronic Technologies.
"Drone permukaan yang membantu penyelamatan awak Apache tadi malam di lepas pantai Oman adalah kapal permukaan tak berawak Corsair Angkatan Laut AS yang dioperasikan oleh Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS. Satuan tugas ini mulai mengerahkan drone-drone ini di wilayah operasi pada akhir Maret," kata Hawkins.
Menurut situs resmi Saronic, drone laut Corsair merupakan kapal permukaan otonom (ASV) dengan panjang 7,3 meter, yang mampu membawa muatan hingga seberat 454 kilogram dan meluncur sejauh 1.000 mil laut.
"Done tersebut menjemput mereka dan mengangkut mereka ke sebuah lokasi lainnya di perairan tempat mereka dinaikkan ke helikopter untuk diangkut lebih lanjut," ungkap Hawkins dalam pernyataannya.
Hawkins menyebut drone laut Corsair dipilih untuk misi penyelamatan ini karena posisinya yang dekat dan kemampuannya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sebuah helikopter Apache milik militer AS ditembak jatuh oleh Iran, saat berpatroli di atas Selat Hormuz. Militer AS menyebut insiden ini terjadi pada Senin (8/6) malam waktu setempat.
(nvc/ita)