Kelompok pemberontak Houthi di Yaman bersumpah akan membalas Arab Saudi setelah mereka menuduh kerajaan tersebut menargetkan infrastruktur sipil. Ancaman pembalasan ini disampaikan seiring meluasnya perang Timur Tengah di seluruh wilayah.
Riyadh menyerang target militer Houthi di Hodeida, Yaman pada hari Jumat (24/7). Media Houthi melaporkan dua orang terluka setelah kelompok yang didukung Iran tersebut mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menyerang kapal-kapalnya.
Peningkatan ketegangan ini menandai front baru perang yang telah melanda kawasan tersebut setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada bulan Februari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penargetan fasilitas sipil oleh musuh Saudi di Hodeida dan pulau Kamaran merupakan eskalasi yang berbahaya," tulis media Ansarollah milik Houthi di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026).
"Kami menegaskan bahwa kejahatan baru-baru ini tidak akan dibiarkan begitu saja," imbuhnya.
Sebuah sumber keamanan Yaman mengatakan kepada AFP bahwa pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan Hodeida dan kamp militer di pulau Kamaran termasuk di antara target serangan Saudi.
Warga Hodeida melaporkan mendengar ledakan, termasuk di dekat pelabuhan.
"Serangan udara menargetkan gedung telekomunikasi di dekat gerbang timur pelabuhan Hodeida dan pangkalan angkatan laut di Ras al-Kathib di Hodeida," kata sumber keamanan Yaman tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan.
Televisi al-Masirah milik Houthi mengatakan dua orang terluka -- seorang pekerja di Hodeida dan seorang wanita di pulau Kamaran.
Koalisi pimpinan Saudi mengatakan telah menyerang situs-situs Houthi dan menghancurkan target yang mengancam kapal-kapal komersial. Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan terhadap pelayaran di Laut Merah.
Serangan tersebut terjadi setelah Houthi mengklaim serangan terhadap dua kapal Saudi minggu ini di Laut Merah.
"Militer Houthi yang teroris... menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah," tulis Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, di media sosial X.
"Koalisi melakukan respons yang tegas dan kuat" dengan menargetkan situs-situs militer Houthi yang digunakan untuk mengancam pelayaran di Laut Merah dan bahwa "respons militer kini telah berakhir," imbuh al-Maliki.
Kelompok Houthi telah berperang dengan pemerintah Yaman sejak 2014, dalam konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang.
Baku tembak baru-baru ini mengancam gencatan senjata tahun 2022 yang telah berlangsung selama ini.










































