5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 10 Jun 2026 17:57 WIB
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan merupakan perairan internasional. Dia pun mengingatkan musuh-musuh tentang dedikasi Angkatan Bersenjata Iran untuk menjaga jalur air strategis tersebut dari campur tangan asing.

"Selat Hormuz BUKAN perairan internasional tetapi dibagi antara Iran dan Oman, dan terletak ribuan mil jauhnya dari pantai Amerika Serikat. Batas maritim sangat jelas," tulis diplomat senior Iran itu dalam sebuah pernyataan di media sosial X pada hari Selasa (9/6), seperti diberitakan media Iran, Press TV, Rabu (10/6/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (10/6/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Drone Laut Selamatkan Pilot AS yang Jatuh di Dekat Selat Hormuz

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengerahkan sebuah drone laut untuk menyelamatkan dua pilot helikopter Apache yang jatuh di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz. Penyelamatan ini menandai operasi pertama menggunakan sistem tanpa awak dan kecerdasan buatan (AI) oleh Angkatan Laut AS.

Keterlibatan drone laut Angkatan Laut AS dalam operasi penyelamatan di lautan itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Rabu (10/6/2026), diungkapkan oleh juru bicara Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, Kapten Tim Hawkins.

Hawkins mengatakan bahwa drone laut yang dilibatkan dalam operasi penyelamatan itu merupakan jenis Corsair yang diproduksi oleh Saronic Technologies.

- Iran Klaim Serang 21 Target Militer AS di Timur Tengah

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim pasukannya telah menyerang sebanyak 21 target militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Serangan-serangan itu disebut sebagai pembalasan atas serangan udara terbaru AS terhadap wilayah Iran bagian selatan.

IRGC dalam pengumumannya, seperti dilansir TRT World dan Anadolu Agency, Rabu (10/6/2026), menyebut bahwa pangkalan udara dan pangkalan laut yang menampung pasukan AS di seluruh kawasan tersebut telah diserang.

IRGC mengancam akan mengerahkan tindakan pembalasan yang lebih berat jika operasi militer AS terhadap Iran terus berlanjut. Ditegaskan oleh IRGC bahwa pasukan AS akan bertanggung jawab atas konsekuensinya.

- Rusuh di Irlandia Utara Buntut Penikaman Brutal, Bangunan-Mobil Dibakar

Insiden penikaman brutal oleh seorang pria asal Sudan di Belfast, Irlandia Utara, Inggris Raya, telah memicu unjuk rasa anti-imigran yang diwarnai kerusuhan. Penyerangan mengerikan yang terekam video itu, menunjukkan pelaku menikam seorang pria di bagian kepala dan leher.

Video yang beredar, seperti dilansir AFP dan Al Jazeera, Rabu (10/6/2026), memicu aksi protes anti-imigran secara luas di Belfast. Terlebih salah satu satu tokoh sayap kanan setempat menyebut serangan pisau itu sebagai "upaya pemenggalan kepala".

Rekaman video itu menunjukkan seorang pria menindih seorang pria lainnya yang tergeletak di jalanan, dan menyerang pria itu dengan pisau pada bagian kepala dan leher. Video yang beredar juga menunjukkan beberapa orang lainnya berusaha mengamankan pelaku penyerangan sebelum polisi tiba di lokasi.

- Geger Pelacak Rahasia Buatan China Ditemukan di Mobil PM Inggris

Alat pelacak rahasia buatan China ditemukan di mobil dinas Perdana Menteri (PM) Inggris. Temuan ini terjadi empat tahun lalu, dengan alat pelacak tersebut diyakini ditemukan pada bagian kendaraan yang disegel dan diimpor dari China.

Informasi ini, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (10/6/2026), diungkapkan oleh Charles Parton dari lembaga think-tank Council on Geostrategy, yang pernah menjadi diplomat selama hampir 40 tahun, termasuk di China, kepada para anggota parlemen Inggris pada Selasa (9/6) waktu setempat.

Penemuan alat pelacak ini terjadi selama operasi penyadapan pertama kali muncul tahun 2023, yang memicu kekhawatiran bahwa Beijing secara agresif memata-matai para menteri dalam pemerintahan Inggris yang dikuasai Partai Konservatif pada saat itu.

- Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional!

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan merupakan perairan internasional. Dia pun mengingatkan musuh-musuh tentang dedikasi Angkatan Bersenjata Iran untuk menjaga jalur air strategis tersebut dari campur tangan asing.

"Selat Hormuz BUKAN perairan internasional tetapi dibagi antara Iran dan Oman, dan terletak ribuan mil jauhnya dari pantai Amerika Serikat. Batas maritim sangat jelas," tulis diplomat senior Iran itu dalam sebuah pernyataan di media sosial X pada hari Selasa (9/6), seperti diberitakan media Iran, Press TV, Rabu (10/6/2026).

Unggahan tersebut menyertakan peta titik rawan tersebut yang dengan jelas menggambarkan kontur yang menandai bagian masing-masing negara pesisir Teluk Persia atas perairan regional, selain mencerminkan kedaulatan Iran dan Oman atas jalur air tersebut.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait